• Card 1 of 30
Nasional

JPU Hadirkan Ahli Kesehatan di Sidang Fredrich

Faisal Abdalla    •    08 Mei 2018 16:48

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el Fredrich Yunadi - ANT/Muhammad Adimaja. Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el Fredrich Yunadi - ANT/Muhammad Adimaja.

Jakarta: Sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Fredrich Yunadi kembali digelar. Sidang mengagendakan pemeriksaan ahli dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Satu ahli hukum pidana dan satu ahli kesehatan yang mulia," kata Jaksa KPK Takdir Suhan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Mei 2018. 

Ahli Hukum Pidana yang dihadirkan JPU adalah Noor Azis Said, dosen di Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Sudirman. Takdir mengatakan jaksa akan menggali pendapat ahli lebih dalam terkait Pasal 21 UU Tipikor yang berlaku bagi subyek hukum, termasuk terhadap advokat. 

Sementara ahli kesehatan yang dihadirkan yakni dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Budi Sampurna. 

(Baca juga: Fredrich Ingin Merekayasa Novanto Sakit Jantung)

"Untuk ahli kesehatan, (yang akan digali) terkait dengan bagaimana proses pemeriksaan bagi pasien yang masuk ke rumah sakit," imbuh takdir. 

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Bekas kuasa hukum Novanto itu diduga memanipulasi data medis kliennya dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.

Atas perbuatannya, Fredrich dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.