• Card 1 of 30
Nasional

Politikus PKB Diperiksa Kasus KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    09 Juli 2018 11:29

 Eks anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain - Medocm.id/Arga Sumantri. Eks anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain - Medocm.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi KTP-el yang menjerat Markus Nari (MN).

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Abdul Malik disebut sebagai salah satu legislator yang menerima uang haram dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut. Dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, Abdul Malik disebut kecipratan aliran korupsi KTP-el sebesar USD37 ribu.

Selain Abdul Malik, penyidik juga turut mengagendakan pemeriksaan terhadap empat saksi lain yakni Kasubag Sistem dan Prosedur Ditjen Dukcapil Kemendagri, Endah Lestari; dan mantan Kepala Biro Perencanaan Kemendagri, Yuswandi A Tumenggung; Staf PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri, Achmad Purwanto; dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh.

Febri mengatakan keempat orang itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama. Namun, dari semua saksi itu, hanya Zudan yang dipastikan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik.

"Prof Zudan telah mengirimkan surat ke KPK dan akan dijadwalkan ulang minggu depan," kata Febri.

Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka sejak pertengahan Juli 2017 lalu. Markus diduga menerima uang sebesar Rp4 miliar karena membantu menambah anggaran proyek KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun.

(Baca juga: Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution)