• Card 29 of 30
Nasional

Novanto Sebut Mekeng Bisa Kualat

Fachri Audhia Hafiez    •    26 September 2018 18:54

Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto saat menjadi saksi kasus suap di Bakamla untuk terdakwa Fayakhun Andriadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto saat menjadi saksi kasus suap di Bakamla untuk terdakwa Fayakhun Andriadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto menanggapi pernyataan Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng. Sebelumnya, Mekeng menyebut Novanto sebagai pepesan kosong.

"Ya nanti dia (Mekeng) kualat juga," ujar Novanto sambil tertawa usai menjalani sidang perkara proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 September 2018.

Novanto menuding Mekeng menerima aliran uang USD500 ribu dari proyek KTP-el. Dia menyampaikan itu saat bersaksi dalam sidang korupsi KTP-el dengan terdakwa keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Tak hanya Mekeng, beberapa nama anggota DPR lainnya juga disebut Novanto menerima aliran dana tersebut.

Menanggapi itu, Mekeng menyebut keterangan Novanto sebagai pepesan kosong. Dia bahkan mengatakan mantan Ketua DPR RI itu gila. 

"Dia (Novanto) gila sendiri nyebut-nyebut enggak ada bukti. Jadi dia boleh sebut seribu kali kalau enggak ada bukti kan ya itu pepesan kosong," kata Mekeng di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2018.

Terpidana kasus KTP-el Setya Novanto ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret Mekeng dan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Ia menyebut kedua orang itu mempunyai peran dalam kasus yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mendorong KPK membuktikan keterlibatan Gamawan dan Mekeng dalam proyek KTP-el. Dia menyebut pengusutan kasus KTP-el belum tuntas tanpa melibatkan dua nama itu.

Baca: Mekeng Sebut 'Nyanyian' Novanto Pepesan Kosong

Di sisi lain, keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan pengusaha Made Oka Masagung telah disidang untuk menyusul Novanto. Gamawan disebut dalam surat dakwaan kepada Irvanto.

Gamawan disebut mendapat jatah dari proyek KTP-el, yakni uang Rp50 juta dan satu unit ruko di Grand Wijaya, Jakarta Selatan.