• Card 1 of 30
Nasional

Bimanesh Temukan Banyak Kejanggalan dari Novanto

Damar Iradat    •    19 April 2018 17:06

Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo (kiri) menyimak keterangan saksi di persidangan. Foto: MI/Bary Fathahilah Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo (kiri) menyimak keterangan saksi di persidangan. Foto: MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo menemukan banyak kejanggalan saat Setya Novanto tiba di rumah sakit. Novanto sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau usai mengalami kecelakaan mobil.

Bimanesh mengatakan, sesaat sebelum Maghrib, mantan pengacara Novanto, Fredrich, sempat menghubunginya dan memberitahu soal perubahan skenario rawat inap Novanto. Awalnya, Bimanesh diminta untuk merawat Novanto lantaran mengalami hipertensi. 

Namun, tiba-tiba, Fredrich menghubunginya dan mengatakan soal skenario kecelakaan. Bimanesh yang masih bingung soal maksud Fredrich itu lantas bergegas ke rumah sakit.

"Saya tunggu dulu, kalau enggak ada baru saya pulang, saya tanya rencana dirawat di mana, (ternyata) di lantai 3," kata Bimanesh saat bersaksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 April 2018. 

Baca: Bimanesh Keberatan Fredrich Kunjungi Kediamannya

 
Bimanesh lantas menunggu di lantai 3 dan masuk ke ruang VIP 323, kamar yang rencananya ditempati oleh Novanto. "Lalu enggak lama pintu kebuka, jeger. Pasien itu kan sensitif, ini kok bawa pasien kayak diburu-buru gitu, seperti hiruk pikuk begitu," tuturnya. 

Kemudian, ia mulai melihat kejanggalan lantaran terdapat pasien yang wajahnya dibalut dengan selimut. Ia sempat bertanya kepada pasien tersebut, tapi tidak dijawab.

Menurutnya, kondisi pasien tersebut hanya memejamkan mata. Ia tak mengetahui apakah pasien tersebut tidur atau pingsan.

"Tapi saya kenali (pasien) itu Setya Novanto, yang mengikuti ada satpam pakai baju putih, ada satu staf rumah sakit, mungkin merangkap sopir ambulans," ujar dia.

Ia kemudian memperhatikan secara umum Novanto yang saat itu baru datang usai mengalami kecelakaan. Menurutnya, Novanto mengalami lecet-lecet bekas kecelakaan di beberapa bagian tubuhnya.

"Saya perhatikan secara umum, di luar ada beberapa cedera lecet di leher, di pipi kiri, di jidat. Jadi, seperti lecet 1,5 sentimeter yang diakibatkan goresan benda tumpul jadi ada pendarahan di bawah kulit, kulit ari terkelupas, ada bengkak sedikit sekitar 1,5 sentimeter. Luas lecet 7,5 sentimeter gitulah, lonjong seperti telur," paparnya.