• Card 1 of 30
Nasional

Hukuman Irman dan Sugiharto Diperberat

Damar Iradat    •    19 April 2018 19:46

Terdakwa kasus KTP-el Irman/MI/Ramdani Terdakwa kasus KTP-el Irman/MI/Ramdani

Jakarta: Mahkamah Agung (MA) memperberat lebih dari dua kali lipat hukuman dua terdakwa perkara korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el), Irman dan Sugiharto. Pemberatan hukuman diputuskan pada Rabu, 18 April 2018.

"‎Pidananya masing masing 15 tahun penjara," kata juru bicara MA Suhadi saat dikonfirmasi, Kamis, 19 April 2018.

Dalam putusan yang dikeluarkan MA, Irman dan Sugiharto juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider delapan bulan kurungan. Dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu juga diwajibkan membayar uang pengganti.

Mahkamah Agung mewajibkan Irman membayar uang pengganti USD500 ribu dan Rp1 miliar dengan kompensasi uang yang telah dikembalikan ke KPK USD300 ribu. Sedangkan Sugiharto diwajibkan membayar USD450 ribu dan Rp460 Juta dipotong uang yang sudah dikembalikan ke KPK USD430 ribu ditambah satu unit mobil merk Honda Jazz senilai Rp150 juta.

Harta benda keduanya akan dirampas dan dilelang negara bilsa tak membayar uang pengganti.

Suhadi belum mengetahui putusan status justice collaborator (JC) Irman dan Sugiharto. Menurut dia, status JC kemungkinan ditolak jika hukuman diperberat.

"Kalau dilihat hukumnya tinggi, barang kali itu sebagai pelaku utama," ucap dia.

Vonis dua terdakwa itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Artidjo Alkostar. Ia didampingi dua hakim anggota Abdul Latief dan MS Lumme.

Sebelumnya, Irman dan Sugiharto divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Irman dihukum 7 tahun penjara, sementara Sugiharto 5 tahun penjara.

Hukuman di pengadilan tingkat pertama itu sebetulnya sesuai tuntutan jaksa KPK. Jaksa KPK memutuskan membanding putusan tersebut.