• Card 1 of 30
Nasional

Bimanesh Diminta Ikuti Skenario Kecelakaan Novanto

Damar Iradat    •    19 April 2018 16:29

Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo--Medcom.id/Juven Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo--Medcom.id/Juven

Jakarta: Dokter Bimanesh Sutarjo menyebut mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyusun skenario kecelakaan mantan kliennya tersebut. Bimanesh mengaku tak mengetahui soal skenario tersebut. 

Bimanesh mengatakan, sebelum mengalami kecelakaan mobil, Fredrich memang memintanya untuk merawat Novanto dengan diganosis hipertensi. Namun, tiba-tiba, menurut Bimanesh, Fredrich menghubunginya kembali.

"Saya sedang tidur, terbangun dering telepon terdakwa, sore pukul 17.50 WIB ditelepon, (Fredrich bilang) 'Dok, skenario kecelakaan,'" kata Bimanesh saat bersaksi dalam sidang lanjutan Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 April 2018. 

Baca: Bimanesh Keberatan Fredrich Kunjungi Kediamannya

Bimanesh mengaku tak sempat bertanya kepada Fredrich maksud skenario kecelakaan. Menurut dia, Fredrich langsung menutup teleponnya.

Mantan dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polri itu menilai telepon dari Fredrich janggal. Ia tidak mengetahui maksud skenario kecelakaan itu.

"Saya berpikir janggal, kan saya nggak tahu skenario kecelakaan. Pasienkah atau dia (Fredrich)," jelasnya.

Ia juga sempat menelpon balik ponsel Fredrich, tapi tak dijawab. Tak lama berselang, ia malah mendapat telepon dari Plt Pelayanan Medis RS Medika Permata Hijau dokter Alia.

"Kali ini dokter Alia. Dia bilang, 'Dok, ada masalah ini. Dokter IGD, dokter Michael tidak mau periksa Setya Novanto yang kecelakaan'. Baru saya engeh itu skenario kecelakaan," tandasnya. 

Dokter Alia kemudian memintanya untuk segera ke rumah sakit. "Setelah salat maghrib, sekitar 18.30 WIB saya bergegas ke rumah sakit. Saya tiba di IGD, saya masuk, yg di meja ada 3 perawat," ucap Bimanesh.

Saat itu, kata dia, dokter Michael Chia Cahaya selaku Kepala IGD tak tampak di ruangan tersebut. Ia mempertanyakan keberadaan Michael kepada para perawat yang ada di sana. 

"Saya tanya 'dokter Michael di mana?' Karena saya harus tahu dari dia. Kemudian, pertanyaan kedua, pasiennya (setnov) mana? Terus kata mereka, belum datang. Ini kan aneh," tandasnya.