• Card 1 of 30
Nasional

KPK Ingin MA Satu Persepsi Soal JC

Faisal Abdalla    •    20 April 2018 04:47

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto. Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Mahkamah Agung (MA) satu persepsi soal pemberian status justice collaborator (JC). Lembaga Antikorupsi sangat menghargai peran JC dalam pengungkapan kasus korupsi besar. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai penyematan status JC terhadap Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah layak. Keterangan Andi dianggap cukup membantu KPK dalam mengungkap korupsi pada megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut. 

"Ketika kita kabulkan JC Andi, Irman dan Sugiharto karena kami memandang mereka bukan pelaku utama. Mereka mengakui, mengembalikan uang dan membuka peran pihak lain yang seluas-luasnya," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 19 April 2018. 

Menurut Febri, korupsi adalah kejahatan luar biasa. Untuk itu, pihak-pihak yang turut membantu dalam proses pemberantasan korupsi mendapat penghargaan.

"Saya kira proses penyamaan presepsi ini yang perlu dilakukan lebih intens kedepan," ucap dia.

Baca: KPK Menyesalkan Status JC Andi Narogong Dibatalkan

Meski begitu, Febri mengaku percaya jika Majelis Hakim MA memiliki kredibilitas dalam proses penegakan hukum. KPK menghormati apapun keputusan yang sudah dijatuhkan pengadilan. 

"Sehingga ini kami lihat sebagai sebuah keputusan pengadilan. Kalau memang masih ada upaya hukum tentu akan kita lakukan. Tapi kalau sudah berkekuatan hukum tetap, tentu kita harus pelajari dan putusan itu kita hormati, dan mau tak mau kita terima, dan laksanakan," pungkas Febri.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding yang diajukan oleh Jaksa KPK terhadap vonis Andi Narogong. Namun dalam amar putusannya, PT DKI malah menganulir status JC Andi Narogong yang sudah dikabulkan oleh KPK dan pengadilan tingkat pertama. PT DKI Jakarta menilai Andi sebagai pelaku utama.