• Card 1 of 30
Nasional

Hukuman Andi Narogong Diperberat Jadi 11 Tahun Bui

Juven Martua Sitompul    •    18 April 2018 19:56

Terdakwa Andi Narogong - ANT/Rosa Panggabean Terdakwa Andi Narogong - ANT/Rosa Panggabean

Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas vonis terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Hukuman Andi diperberat menjadi 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan penjara.

"Menyatakan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam dakwaan pertama," demikian bunyi amar putusan Andi Narogong yang dikutip Medcom.id dari laman Direktori Putusan Mahkamah Agung (MA), Rabu, 18 April 2018.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," tulis amar putusan banding Andi.

Dalam laman itu, dijelaskan juga putusan banding dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Daniel Dalle Pairunan dan hakim anggotanya I Nyoman Adi Juliasa, Achmad Yusak, Hening Tyastiyanto, dan Rusydi. Vonis tersebut dibacakan pada Selasa, 3 April 2018 lalu.

(Baca juga: Andi Narogong Marah Setoran ke Novanto Mampet)

Tak hanya itu, dalam amar putusan itu hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Andi yakni membayar uang pengganti sebesar US$2,5 juta dan Rp1,186 miliar dikurangi US$350 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap subsider 2 tahun.

Putusan banding Andi ini lebih berat dari vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier 6 bulan kurungan. Sementara hukuman tambahan membayar uang pengganti tetap sama.

Pada perkara korupsi KTP-el, Andi didakwa memperkaya sejumlah pihak. Sejumlah nama mulai dari pejabat Kementerian Dalam Negeri, panitia lelang, hingga anggota DPR disebut menerima aliran dana haram dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Andi juga didakwa memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI dalam proyek yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun itu. 

(Baca juga: Andi Narogong Janji Ganti Uang Negara Sebesar USD2,5 Juta)