• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Baca Puisi di Pengadilan

Faisal Abdalla    •    13 April 2018 13:12

Setya Novanto. Foto: MI/Ramdani. Setya Novanto. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto menutup pleidoinya dengan membacakan puisi. Puisi yang dibacakan Novanto berjudul 'Di Bawah Kolong Meja'.
 
"Sebelum saya tutup, mohon izin saya membacakan puisi dari Linda Djalil," kata Novanto di pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018.
 
Di Kolong Meja

Di kolong meja ada debu yang belum tersapu
karena pembantu sering pura pura tak tahu

Di kolong meja ada biangnya debu yang memang sengaja tak disapu
bersembunyi berlama-lama karena takut dakwaan seru melintas membebani bahu

 
Di kolong meja tersimpan cerita seorang anak manusia
Menggapai hidup gigih dari hari ke hari meraih ilmu
dalam keterbatasan untuk cita-cita kelak yang bukan semu
tanpa lelah dan malu bersama debu menghirup udara kelabu


Baca: Novanto Menangis Minta Maaf pada Keluarga

Di kolong meja muncul cerita sukses anak manusia
yang semula bersahaja akhirnya bisa diikuti siapa saja
karena cerdas caranya bekerja

 
Di kolong meja ada lantai yang mulus tanpa cela
ada pula yang terjal bergelombang siap menganga
menghadang segala cita-citaapabila ada kesalahan membahana
kolong meja siap membelah menerkam tanpa bertanya
bahwa sesungguhnya ada berbagai sosok yang sepatutnya jadi sasaran

 
Di kolong meja ada pecundang yang bersembunyi sembari cuci tangan
cuci kaki cuci muka cuci warisan kesalahan

 
Apakah mereka akan senantiasa di sana? Dengan mental banci berlumur keringat ketakutan
dan sesekali terbahak melihat teman sebagai korban menjadi tontonan?
 
Usai membacakan puisi, Novanto menyerahkan pleidoi dan sebuah buku Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat. Buku itu merupakan otobiografinya.
 
"Buku ini kami (anggota DPR) susun berkaitan dengan kinerja kami, mohon diterima," kata Novanto.