• Card 1 of 30
Nasional

Justice Collaborator Novanto Terancam Gugur

Juven Martua Sitompul    •    12 Januari 2018 23:44

Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto memejamkan mata dalam sidang dengan agenda putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/1). Foto: Antara/Rosa Panggabean Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto memejamkan mata dalam sidang dengan agenda putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/1). Foto: Antara/Rosa Panggabean

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan permohonan terdakwa korupsi KTP-el Setya Novanto menjadi justice collaborator (JC). Lembaga Antikorupsi masih membutuhkan waktu memutuskan permohonan Novanto tersebut.

"Masih dalam proses pertimbangan, karena mengabulkan atau tidak posisi JC tidak bisa dilakukan secara cepat. Butuh pertimbangan yang cukup panjang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Selain mempelajari permohonan itu, KPK juga akan melihat konsistensi Novanto saat membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam megaproyek bernilai Rp5,9 triliun tersebut.

Febri mengatakan, jika Novanto masih bersikap tidak kooperatif, apalagi memberikan keterangan yang berbelit-belit, KPK pastikan permohonan Novanto untuk menjadi JC tidak akan dikabulkan.

Baca: Novanto Diminta Ungkap Aktor Besar di Korupsi KTP-el

"Kalau masih berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan tentu saja itu akan menjadi faktor tidak dikabulkannya JC," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjut Febri, pihaknya belum bisa memutuskan bakal mengabulkan permohonan Novanto dalam waktu yang singkat. Pihaknya masih membutuhkan waktu dan akan melihat perkembangan proses penyidikan dan proses persidangan yang sedang berjalan sampai dengan tahap akhir nanti.

Febri menyatakan, pihaknya tidak bisa sembarangan memberikan status JC untuk Novanto. Lembaga Antirasuah masih harus melihat sejauh mana mantan Ketua Umum Partai Golkar itu membongkar aktor lain dalam pusaran korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Baca: Kuasa Hukum Novanto Yakin Gamawan Terlibat Korupsi KTP Elektronik

"Terutama kami juga akan melihat siapa saja aktor lain yang akan dibuka oleh SN terkait KTP-el atau kasus yang lain," pungkasnya.