politik jepang
30cards

politik jepang

Updated 16 November 2018 17:29
  1. Menteri Keamanan Siber Jepang tak Pernah Pakai Komputer
  2. Pulau Jepang Dekat Perairan Rusia Mendadak Hilang
  3. Jepang Konfirmasi Jurnalis Jumpei Yasuda Telah Dibebaskan
  4. Jurnalis Jepang yang Ditangkap di Suriah Dibebaskan
  5. Pertemuan Abe dan Xi di Bawah Bayang-Bayang Trump
  6. PM Jepang kembali Kirim Persembahan ke Yasukuni
  7. India dan Jepang Gelar KTT ke-13 Bulan Ini
  8. Rombak Kabinet, PM Jepang Copot Menhan
  9. Gubernur Blasteran Berjanji Usir Militer AS dari Okinawa
  10. PM Jepang Bersedia Bertemu Kim Jong-un dengan Syarat
  11. Jepang Gelar Latihan Kapal Selam di Laut China Selatan
  12. Putin Sarankan Rusia dan Jepang Sepakati Perjanjian Damai
  13. Putin kembali Datang Terlambat ke KTT Rusia-Jepang
  14. Jepang Khawatir Tiongkok Terus Tingkatkan Kekuatan Militer
  15. PM Jepang Tegaskan Perlu Bertemu Kim Jong-un
  16. Sekjen PBB akan Diskusikan Korut Bersama PM Jepang
  17. Kesehatan Menurun, Kaisar Jepang Batalkan Tugas Resmi
  18. Jepang Tegaskan Latihan Militer AS-Korsel Penting bagi Kawasan
  19. Skandal Tanah, Menkeu Jepang Kembalikan Gaji Satu Tahun
  20. Berusia 100 Tahun, Mantan PM Jepang Desak Revisi Konstitusi
  21. Korsel Sarankan Jepang untuk Berdialog dengan Korut
  22. PM Jepang Berjanji Tidak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
  23. Diburu Tiga Pekan, Buronan Ternama Jepang Akhirnya Ditangkap
  24. Tiongkok dan Jepang Buka Lembaran Baru Hubungan Bilateral
  25. Tingkat Kepuasan PM Jepang Memburuk akibat Skandal Kedua
  26. Menlu Tiongkok Kunjungi Jepang untuk Diskusikan Korut
  27. Menlu Jepang akan Diskusikan KTT Korea di Seoul
  28. Mantan Ajudan PM Jepang Bantah Terlibat Skandal Tanah
  29. Jepang Aktifkan Marinir Pertama Sejak PD II
  30. PM Jepang Disebut Tidak Terlibat Rekayasa Dokumen Tanah
  • Card 27 of 30
Internasional

Menlu Jepang akan Diskusikan KTT Korea di Seoul

Willy Haryono    •    11 April 2018 11:04

Menlu Jepang Taro Kono (kiri) berjabat.tangan dengan Menlu Korsel Kang Kyung-wha di Seoul, 11 April 2018 (Foto: AFP/POOL/LEE JIN-MAN) Menlu Jepang Taro Kono (kiri) berjabat.tangan dengan Menlu Korsel Kang Kyung-wha di Seoul, 11 April 2018 (Foto: AFP/POOL/LEE JIN-MAN)

Seoul: Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono berada di Korea Selatan (Korsel) untuk bertemu Menlu Kang Kyung-wha, Rabu 11 April 2018 pagi waktu setempat. Kono datang dengan membawa sejumlah isu yang ingin diserukan Tokyo, termasuk rencana konferensi tingkat tinggi Korsel dengan Korea Utara (Korut). 

Kunjungan Menlu Jepang ke Korsel, yang baru kali ini terjadi sejak lebih dari dua tahun terakhir, terjadi di tengah tingginya aktivitas diplomatik di Asia timur. 

Kono ingin menyuarakan kekhawatiran Jepang serta mengetahui informasi terkini mengenai rencana pertemuan pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kim Jong-un telah bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam lawatan luar negeri pertamanya bulan lalu. Kedatangan Kim bertujuan mencari dukungan menjelang rencana pertemuan dengan Trump.

Mengenai dua pertemuan besar yang akan datang, Jepang selama ini hanya menjadi 'penonton.' Wacana adanya pertemuan ketiga antara Kim dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah tidak lagi terdengar sejak pertama kali digaungkan bulan lalu. 

Baca: Istri Kim Jong-un akan Temani Suami di KTT Korsel

Kini, Tokyo terpaksa mengandalkan Korsel dan AS untuk mengatasi kekhawatirannya mengenai isu Korut, yang tahun lalu menembakkan beberapa misil melewati langit Negeri Sakura. 

"Merupakan hal penting bagi Jepang, AS dan Korsel untuk saling berbagi informasi dan berkoordinasi dengan baik," ujar juru bicara pemerintahan Jepang, Yoshihide Suga, seperti dilansir AFP

Sementara itu selain mengenai isu nuklir dan misil Korut, Kono mengaku akan mencoba memastikan kepada Korsel bahwa masalah "penculikan warga Jepang juga dibahas dalam KTT Korea."

Ia merujuk pada penculikan warga Jepang oleh agen-agen Korut di era 1970 dan 1980-an. Para warga yang diculik kemudian diminta mengajari Bahasa Jepang kepada mata-mata Korut sebagai bekal untuk menjalankan beragam misi.

Namun hubungan Jepang dengan Korsel masih belum terlalu baik dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya masih berseteru dalam beragam isu -- termasuk soal budak seks era Perang Dunia II.

politik jepang
30cards

politik jepang

Updated 16 November 2018 17:29
  1. Menteri Keamanan Siber Jepang tak Pernah Pakai Komputer
  2. Pulau Jepang Dekat Perairan Rusia Mendadak Hilang
  3. Jepang Konfirmasi Jurnalis Jumpei Yasuda Telah Dibebaskan
  4. Jurnalis Jepang yang Ditangkap di Suriah Dibebaskan
  5. Pertemuan Abe dan Xi di Bawah Bayang-Bayang Trump
  6. PM Jepang kembali Kirim Persembahan ke Yasukuni
  7. India dan Jepang Gelar KTT ke-13 Bulan Ini
  8. Rombak Kabinet, PM Jepang Copot Menhan
  9. Gubernur Blasteran Berjanji Usir Militer AS dari Okinawa
  10. PM Jepang Bersedia Bertemu Kim Jong-un dengan Syarat
  11. Jepang Gelar Latihan Kapal Selam di Laut China Selatan
  12. Putin Sarankan Rusia dan Jepang Sepakati Perjanjian Damai
  13. Putin kembali Datang Terlambat ke KTT Rusia-Jepang
  14. Jepang Khawatir Tiongkok Terus Tingkatkan Kekuatan Militer
  15. PM Jepang Tegaskan Perlu Bertemu Kim Jong-un
  16. Sekjen PBB akan Diskusikan Korut Bersama PM Jepang
  17. Kesehatan Menurun, Kaisar Jepang Batalkan Tugas Resmi
  18. Jepang Tegaskan Latihan Militer AS-Korsel Penting bagi Kawasan
  19. Skandal Tanah, Menkeu Jepang Kembalikan Gaji Satu Tahun
  20. Berusia 100 Tahun, Mantan PM Jepang Desak Revisi Konstitusi
  21. Korsel Sarankan Jepang untuk Berdialog dengan Korut
  22. PM Jepang Berjanji Tidak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
  23. Diburu Tiga Pekan, Buronan Ternama Jepang Akhirnya Ditangkap
  24. Tiongkok dan Jepang Buka Lembaran Baru Hubungan Bilateral
  25. Tingkat Kepuasan PM Jepang Memburuk akibat Skandal Kedua
  26. Menlu Tiongkok Kunjungi Jepang untuk Diskusikan Korut
  27. Menlu Jepang akan Diskusikan KTT Korea di Seoul
  28. Mantan Ajudan PM Jepang Bantah Terlibat Skandal Tanah
  29. Jepang Aktifkan Marinir Pertama Sejak PD II
  30. PM Jepang Disebut Tidak Terlibat Rekayasa Dokumen Tanah