• Card 19 of 30
Pendidikan

Kemenristekdikti Menargetkan 1.000 Startup di 2019

Intan Yunelia    •    24 Oktober 2018 20:16

Menristekdikti. Mohamad Nasir saat menyampaikan capaian kinerje Kemenristekdikti di empat tahun pemerintahan Jokowo-JK, Humas Kemenristekdikti. Menristekdikti. Mohamad Nasir saat menyampaikan capaian kinerje Kemenristekdikti di empat tahun pemerintahan Jokowo-JK, Humas Kemenristekdikti.

Jakarta:  Jumlah pengusaha pemula atau startup meningkat secara konsisten selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan 1.000 startup akan lahir hingga 2019.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menjelaskan Kemenristekdikti memiliki berbagai program untuk pembudayaan kewirausahaan dan peningkatan inovasi. Yakni melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi  (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).

“Melalui skema PPBT dan CPPBT, jumlah startup dan calon startup di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Dari awalnya berjumlah 52 startup dan calon startup di 2015 menjadi 956 di 2018. Kita targetkan lebih dari 1.000 di tahun 2019,” tutur Menristekdikti.

?PPBT adalah program seed funding yang diberikan kepada tenant PPBT melalui lembaga inkubator bisnis.  Tujuannya untuk menjalankan proses inkubasi terhadap perusahaan pemula sehingga siap menjadi PPBT yang profitable dan sustainable.

Sedangkan CPPBT adalah program pendanaan yang diberikan melalui skema insentif yang ditujukan kepada dosen, mahasiswa, atau dosen dan mahasiswa.  Pendanaan ini diberikan melalui lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan, yang produknya sudah siap dikomersialisasikan.

Baca: Inovasi Tepat Guna Harus Jawab Persoalan Bangsa

Untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia, setiap tahunnya Kemenristekdikti menyelenggarakan program Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E). Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovasi teknologi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas.  Program I3E tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta, pada 25-28 Oktober 2018, dan akan diikuti 261 startup inovasi teknologi.

Menteri Nasir memaparkan, inovasi sangat penting untuk meningkatkan added value sebuah produk.  Kehadiran perusahaan startup, terutama di bidang teknologi, sangat penting untuk menggerakkan perekonomian dan meningkatkan daya saing bangsa.

"Produk startup binaan Kemenristekdikti sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar," terang Nasir.

Ia menyebutkan, salah satunya adalah produk Magic Ring, cincin penghemat BBM dan Penambah Performa Mesin Kendaraan Bermotor.  Ada juga Kapal Pelat Datar, Kapal Baja dengan lambung pelat datar yang memiliki keunggulan di waktu produksi lebih cepat 30% dan biaya produksi lebih murah 25% dibandingkan kapal berbahan fiber ataupun kayu.