• Card 5 of 9
Pendidikan

SMAN 78 Libatkan Kepolisian di Masa Pengenalan Sekolah

Intan Yunelia    •    16 Juli 2018 15:16

Kepala Sekolah SMAN 78, Rita Hastuti, Medcom.id/Intan Yunelia. Kepala Sekolah SMAN 78, Rita Hastuti, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: SMA Negeri 78 Jakarta melibatkan aparat kepolisian di masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pihak kepolisian dilibatkan untuk menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Seperti materi ‘Bahaya Narkotika dan Tawuran Pelajar’ pematerinya kita ambil dari luar, dari tim Polda Metro Jaya,” kata Kepala Sekolah SMAN 78 Jakarta, Rita Hastuti saat ditemui Medcom.id,  di Jakarta Barat, Senin, 16 Juli 2018.

Baca: Mendikbud: Tidak Boleh Ada Perpeloncoan

Selain materi bahaya narkotika, para siswa baru juga akan diberi materi ‘Pencegahan Kekerasan Seksual’ yang akan disampaikan oleh tim Lentera Indonesia.  Kemudian materi ‘Netizen Unggul dan Menghindari Bullying’ oleh tim Yayasan Sejiwa. ‘Demo kegiatan Ekstrakurikuler oleh para Pembina ekstrakurikuler, dan panitia sekolah.

“Hari Rabu besok ada demo ekskul dari jam 8 pagi,” ucap Rita. Kegiatan selanjutnya akan diisi oleh para Pembina pramuka dengan materi kegiatan kepramukaan.

Pelaksanaan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah harus mematuhi aturan baru yang merujuk pada Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru.  Selain menegaskan adanya penghapusan dengan tegas Masa Orientasi Siswa (MOS) yang kerap diwarnai tindakan perpeloncoan, permendikbud ini juga menegaskan sejumlah aturan baru yang harus dipatuhi sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang keterlibatan siswa senior dan alumni dalam penyelenggaraan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang digelar selama tiga hari pertama masuk sekolah.  Kepanitiaan PLS sepenuhnya berada di tangan guru, dengan harapan potensi terjadinya perpeloncoan dan perundungan (bullying) yang lazim dilakukan siswa senior terhadap juniornya dapat dihindari.