• Card 2 of 9
Pendidikan

Deteksi Perundungan Lewat Tradisi Bersalaman di Sekolah

Intan Yunelia    •    17 Juli 2018 15:35

Gedung SMP Negeri 111 Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia. Gedung SMP Negeri 111 Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Berbagai cara dilakukan sekolah untuk melindungi siswa dari tindak kekerasan dan perundungan (bullying).  Termasuk dengan menerapkan sistem antisipasi dini sejak siswa masuk hingga keluar dari gerbang sekolah.

Kepala Sekolah SMP  Negeri 111 Jakarta Mas’ud Jamaluddin mengatakan, langkah antisipasi dini dilakukan untuk mendeteksi perilaku anak yang tidak nyaman saat memasuki sekolah.  “Jangan-jangan di rumah sering di-bully, siapa tahu. Jangan-jangan juga di-bully di masyarakat, makanya sekolah melakukan itu. Apa tugasnya melakukan pengamatan dini sejak dari pintu gerbang,” kata Mas’ud saat ditemui Medcom.id di SMP 111, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 17 Juli 2018.

Sekolahnya pun menerapkan kebiasaan bersalaman antara guru dengan murid setiap hari. Tradisi bersalaman diterapkan bukan tanpa tujuan, menurut Mas'ud, saat bersalaman dapat menjadi momentum untuk melihat perubahan perilaku maupun fisik siswa.

“Jadi anak sejak di pintu gerbang kita amati, salaman, lihat matanya, lihat bagaimana fisiknya dan dari langkah pun tahu bahwa anak yang punya jiwa bully, dan perokok, narkoba itu tahu,” terang Mas’ud.

Baca: Mendikbud: Tidak Boleh Ada Perpeloncoan

Jika ditemukan anak yang terindikasi punya  kecenderungan menjadi pelaku perundungan atau menjadi korban perundungan maka akan ditangani lebih lanjut oleh pihak sekolah, dengan wali kelas murid bersangkutan juga melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK).

“Ketika kita bisa melihat indikasi itu, maka akan kita bicarakan dengan guru BK.  Jadi kerja sama pihak sekolah tentu yang utama adalah wali kelas dan guru BK,” ujarnya.

Pelaksanaan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah harus mematuhi aturan baru yang merujuk pada Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru.  Selain menegaskan adanya penghapusan dengan tegas Masa Orientasi Siswa (MOS) yang kerap diwarnai tindakan perpeloncoan, permendikbud ini juga menegaskan sejumlah aturan baru yang harus dipatuhi sekolah.