• Card 4 of 11
Nasional

PLTGU Cilegon Rugi Rp7 Miliar per Hari

Hendrik Simorangkir    •    10 Juli 2018 18:28

Pipa gas bocor di Serang. (Metrotv) Pipa gas bocor di Serang. (Metrotv)

Tangerang: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon merugi Rp7 miliar per harinya. Itu lantaran satu unit turbinnya tak beroperasi karena berhentinya sementara waktu pasokan gas PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) ke PLTGU Cilegon.

"Hitungan kerugian kita Rp350 juta per jam. Sekitar Rp7 miliar lebih per hari," kata General Manager PLTGU Cilegon Edi Syahputra Lubis, Selasa, 10 Juli 2018. 

Baca: Kronologi Kebocoran Pipa Bawah Air di Serang

Irwan menjelaskan, satu unit turbin pembangkit listrik yang mati menghasilkan total daya 350 megawatt (MW). Di mana, 240 MW dihasilkan dari turbin utama dan 110 MW dihasilkan dari stim turbin. 

Meski pasokan gas berhenti, Irwan menjamin aliran listrik ke pelanggan di Banten Utara, Banten Barat, dan Banten Selatan, dapat tetap terlayani.

"Tentunya pasokan berkurang. Alhamdulillah tidak ada pemadaman. Karena di jalur kita ada tiga sumber, PLTGU Cilegon, PLTU Labuan, dan IBT (interbus transformator)," pungkasnya.

Pipa gas yang berada di lepas laut sekitar Kecamatan Bojonegara, Serang, Banten, bocor Senin, 9 Juli 2018 sekitar pukul 09.45 WIB.

Kebocoran tersebut mengakibatkan semburan gas bercampur air laut ke permukaan. Meski belum dipastikan penyebab dari kebocoran tersebut, diduga pipa gas terkena jangkar dari kapal KMP Lumoso Raya.