• Card 1 of 30
Nasional

Gubernur Aceh Gunakan Kode '1 Meter' untuk Transaksi Suap

Juven Martua Sitompul    •    05 Juli 2018 13:20

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf/ANT/Reno Esnir Gubernur Aceh Irwandi Yusuf/ANT/Reno Esnir

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (IY) dan Bupati Bener Meriah Ahmadi menggunakan kode '1 meter' dalam transaksi suap pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Irwandi diduga meminta jatah Rp1,5 miliar kepada Ahmadi.

"Sebelumnya KPK telah mengidentifikasi penggunaan kode '1 meter' terkait dengan transaksi yang terjadi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Juli 2018.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) Irwandi dan Ahmadi, tim KPK mengindentifikasi penyerahan uang Rp500 juta. Uang itu disinyalir sebagai jatah atau fee yang diminta Irwandi ke Ahmadi.

Irwandi dan Ahmadi telah ditetapkan sebagai tersangka suap. Penyidik juga menetapkan dua orang dari pihak swasta, Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka.

Baca: KPK Tahan Gubernur Aceh

Ahmadi dan Syaiful masih menjalani pemeriksaan intensif. Sedangkan Irwandi dan Hendri  telah ditahan penyidik KPK.

"Saat ini Bupati Bener Meriah dan satu pihak swasta masih dalam proses pemeriksaan," ujar dia.

Di sisi lain, Febri meminta seluruh pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka kooperatif dan menjelaskan ihwal suap secara benar. Terlebih, penyidik telah mengantongi bukti kuat.

"Nanti dalam proses ini pemanggilan terhadap saksi-saksi yang relevan akan dilakukan berikutnya," ucap dia.

KPK menemukan indikasi bancakan yang dilakukan Irwandi dan oknum pejabat di Aceh, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terhadap DOKA Tahun Anggaran 2018.

Lembaga Antirasuah menduga setiap anggaran proyek yang dibiaya DOKA dipotong 10 persen. Sebanyak 8 persen untuk pejabat di tingkat provinsi dan 2 persen pejabat di tingkat kabupaten/kota.