• Card 11 of 15
Hiburan

Sutradara Sebut Film Biografi Ahok Hindari Glorifikasi

Purba Wirastama    •    07 September 2018 06:00

Adegan film A Man Called Ahok (Foto: dok. The United Team of Art) Adegan film A Man Called Ahok (Foto: dok. The United Team of Art)

Jakarta: Penulis dan sutradara Putrama Tuta menyatakan film biografi A Man Called Ahok tidak hendak mengagungkan sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Tuta, mereka juga menjauhkan cerita filmnya dari hal-hal politik dan kontroversial yang dialami Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Itu yang pertama kali saya (perhatikan). Saya bilang ke pihak produser, film ini tidak boleh mendewakan Pak Ahok. Film ini harus dibuat untuk menceritakan bagaimana dia terbentuk, bukan mengagungkan sosok seseorang. Jadi benar-benar sentuhan drama keluarga," kata Tuta di XXI Metropole Cikini, Kamis, 6 September 2018.

"Jelek-jeleknya ada. Kalau ada marah, ya saya kasih dia (tokoh Ahok di film) marah. Misal dia berantem dengan teman, ya seharusnya dia berantem. Saya tidak mencoba membuat dia terlihat seperti malaikat," imbuh Tuta.

Film ini dikembangkan berdasarkan buku berjudul sama tulisan Rudi Valinka. Naskah digarap Putrama bersama Ilya Sigma. Ilya juga menjadi produser bersama Emir Hakim dan Reza Hidayat dalam bendera The United Team of Art. Dalam tahap riset dan penulisan naskah, Tuta bertemu dengan Ahok beberapa kali sejak awal 2017.

Kisahnya merangkum 29 tahun perjalanan Ahok sejak remaja SMP di Belitung, mengikuti jejak ayahnya sebagai pengusaha tambang, hingga memutuskan terjun ke politik dan menjadi Bupati Belitung Timur pada 2005. Namun fokus utama adalah relasi Ahok dengan Kim Nam, ayahnya, dan bagaimana dia bisa menjadi karakter "Ahok" seperti sekarang.

"Secara pribadi, saya bikin film sebaik mungkin dan film saya tidak menyentuh sisi politiknya Pak Ahok. Jadi saya enggak punya niat untuk mencari sisi kontroversinya," ungkap Tuta.

"Ini adalah cerita ayah dan anak. Film ini, seharusnya, anak-anak  benar-benar bisa menerima. Film ini ditujukan untuk generasi ke depan," imbuhnya.

Film ini dibintangi Daniel Mananta, yang memerankan Ahok dewasa. Ahok remaja diperankan oleh Eric Febrian. Kim Nam diperankan Chew Kin Wah dan versi mudanya diperankan Denny Soemargo. Sejumlah pemain lain di antaranya Sita Nursanti, Donny Damara, Eriska Rein, dan Ferry Salim.

A Man Called Ahok direncanakan rilis di bioskop akhir tahun ini.