• Card 9 of 22
Nasional

KPK Jebloskan Bupati Bengkulu Selatan ke Bui

Juven Martua Sitompul    •    17 Mei 2018 05:32

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mengenakan rompi tahanan KPK saat keluar lobi Gedung KPK. (Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul). Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mengenakan rompi tahanan KPK saat keluar lobi Gedung KPK. (Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul).

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (DM) ke bui. Dia ditahan setelah resmi menyandang status tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan.

Dirwan yang mengenakan rompi tahanan KPK langsung dikawal keluar lobi oleh petugas keamanan. Kepada awak media, dia mengaku tak menyangka bakal ditangkap lembaga Antirasuah.

"Intinya ini tragedi buat saya. Saya engga bisa katakan dan saya engga sangka akan terjadi seperti ini," kata Dirwan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2018.

Baca juga: Bupati Bengkulu Selatan & Istri jadi Tersangka Suap

Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu ini pun pasrah dengan proses hukum yang berjalan di KPK. Bahkan, dia berkelit tak mengetahui soal fee proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan. "Saya enggak ngerti," katanya.

Dirwan juga mengaku belum tahu apakah partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu akan memberi bantuan hukum atau tidak. "Enggak tahu, belum dikoordinasikan," pungkas Dirwan.

Selain Dirwan, dalam kasus suap ini KPK juga turut menetapkan tiga tersangka lain yakni istri Dirwan, Hendrati (HEN); Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati (NUR); dan kontraktor Juhari. Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap dari Juhari.

Baca juga: Bupati Bengkulu Selatan Diduga Sering Menerima Suap

Sama halnya dengan Dirwan, ketiga tersangka lain pun langsung dijebloskan ke jeruji besi oleh penyidik KPK. Untuk Dirwan dan Juhari dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

Sementara Hendrati dan Nursilawati ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. "Para tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dikonfirmasi terpisah.