• Card 11 of 30
Pendidikan

Mahasiswa Terindikasi Jadi Joki di Makassar

Citra Larasati    •    09 Mei 2018 14:52

Menristekdikti, Mohamad Nasir saat meninjau pelaksanaan ujian praktik SBMPTN di Kampus B, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).  Foto: Medcom.id/Citra Larasati Menristekdikti, Mohamad Nasir saat meninjau pelaksanaan ujian praktik SBMPTN di Kampus B, Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Foto: Medcom.id/Citra Larasati


Jakarta:  Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 menemukan adanya indikasi mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang menjadi joki Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 di Makassar.

"Terdeteksi adanya indikasi kecurangan joki di Makassar," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan  Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meninjau pelaksanaan ujian praktik SBMPTN di Kampus B, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Indikasi tersebut ditemukan, saat peserta melakukan modus pendaftaran berulang-ulang, agar dapat bersebelahan dengan peserta lain yang dijokikan.  "Bahkan peserta ini diketahui melalukan pendafataran hingga 10 kali," ungkap mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Ketua Panitia Pusat SBMPTN 2018, Ravik Karsidi menambahkan, meski diduga menjadi joki, panitia tidak langsung menciduk.  Namun dilakukan upaya preventif, dengan memindahkan terduga joki dari peserta yang diindikaai menjadi kliennya.

"Kita pindahkan dulu kursinya supaya aman, baru setelah itu didalami lagi, sebelum diambil sikap," kata Ravik.

Menurut Ravik, terduga joki itu masih berstatus mahasiswa semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Makassar.  Setelah melakukan pendalaman, baru akan diputuskan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada peserta.

"Sanksi akan diserahkan pada rektor mahasiswa yang bersangkutan, mungkin karena ini belum sampai terjadi kecurangan sanksi masih bisa bersifat administrasi," ujar Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.

Ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 resmi dimulai 8 Mei 2018, dengan diikuti 860.001 peserta ujian.  Ujian tulis dilaksanakan secara serentak di 42 Panitia Lokal yang terdiri dari 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.  Sementara ujian praktik dan keterampillan SBMPTN dilakukan hari ini, Rabu, 9 mei 2018.