• Card 23 of 30
Jawa Barat

Peserta Disabilitas Optimistis Hadapi SBMPTN

Octavianus Dwi Sutrisno    •    08 Mei 2018 13:24

 Larasati, salah satu peserta berkebutuhan khusus saat mengerjakan soal SBMPTN 2018 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno Larasati, salah satu peserta berkebutuhan khusus saat mengerjakan soal SBMPTN 2018 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Depok: Banyaknya peserta ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) menandai minat masyarakat memperoleh pendidikan sangat besar. Ribuan peserta ujian di Depok, Jawa Barat, misalnya, berusaha semaksimal mungkin untuk lolos.

Tak terkecuali peserta berkebutuhan khusus atau disabilitas.

"Hari ini ujian Saintek (sains dan teknologi). Lumayan bisa mengerjakan soal-soalnya, Saya belajar terus biar lolos SMBPTN," ucap Larasati Purwasari, seorang peserta berkebutuhan khusus usai mengikuti ujian di Ruangan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Selasa, 8 Mei 2018.

Perempuan berkerubung dan berparas rupawan ini mengaku hendak mengikuti beberapa tes ujian SBMPTN yaitu Singel, SBM dan IPC. Kepercayaan dirinya semakin tumbuh, dalam mengikuti kegiatan tersebut pasalnya kenyamanan dirasakan olehnya selama menjawab soal.

"Di sini bagus, enak kakaknya (pengawas) baik dan sopan," singkatnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Antika Ramadhani yang telah siap mengikuti ujian SBMPTN demi bisa menempuh pendidikan di jurusan Psikologi Universitas Indonesia (UI).

"Saya dari dulu memang mengidamkan masuk jurusan Psikologi dan pilihannya yang bagus cuma di UI," paparnya.

Antika menegaskan, awal ketertarikannya memilih kuliah di Universitas Indonesia ketika melihat gambar disabilitas di pintu masuk gerbang kampus UI.

"Kampus yang mendukung untuk saya ya di sini (UI)," tegasnya.

Humas SBMPTN 2018 Panlok 30 Jakarta, Rifelli Dewi Astuti, mengatakan 11 orang peserta berkebutuhan khusus mengikuti SBMPTN 2018 di Universitas Indonesia.

"Awalnya ada 14 orang, namun yang hadir 11 peserta ini terdiri dari penyandang disabilitas seperti tuna daksa, tuna rungu, tuna netra. Sedangkan yang lainnya berkebutuhan khusus karena sakit," jelasnya.

Universitas Indonesia menjadi salah satu kampus yang dipercaya untuk menampung para peserta mengikuti tes SBMPTN selama dua hari ini.  Selanjutnya, untuk peserta yang memilih jurusan seperti seni tari dan olahraga atau kemampuan kognitif masih harus mengikuti ujian keterampilan di Universitas Negeri Jakarta, pada Kamis 10 Mei.

"Pengumuman peserta yang lolos nanti di 8 Juli," tandasnya.