• Card 26 of 30
Pendidikan

Perguruan Tinggi Agar Ramah Pada Penyandang Disabilitas

08 Mei 2018 12:09

Menristekdikti, Mohamad Nasir meninjau pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 di kampus UNDIKSHA, Singaraja, Bali.  Foto: Humas Kemenristekdikti/Heni Sukmawati Menristekdikti, Mohamad Nasir meninjau pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 di kampus UNDIKSHA, Singaraja, Bali. Foto: Humas Kemenristekdikti/Heni Sukmawati


Bali: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengingatkan kepada semua Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar tidak ada diskriminasi terhadap peserta ujian dari paket C dan penyandang disabilitas.  Menyusul adanya lulusan paket C dan penyandang disabilitas yang juga mengikuti Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) 2018.

Menristekdikti dalam siaran persnya mengatakan saat ini ujian SBMPTN 2018 diikuti sebanyak 860.001 peserta yang terdiri dari peserta Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) sebanyak 833.820 peserta, dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebanyak 26.181 peserta.

Selain itu, dari jumlah tersebut ada juga peserta dari lulusan paket C sebanyak 1.078 orang. Kemudian sebanyak 365 orang penyandang disabilitas, yang terdiri dari 122 peserta tuna rungu, 107 peserta tuna netra, 43 peserta tuna wicara, dan 93 peserta tuna daksa.

Nasir mengingatkan kepada semua Rektor PTN agar tidak boleh ada diskriminasi terhadap peserta paket C dan penyandang disabilitas tersebut. "Perguruan Tinggi harus ramah terhadap semua pihak, tidak boleh ada diskriminasi dan harus memberikan sarana pendukung terhadap peserta disabilitas jika peserta tersebut lulus," jelas Nasir saat jumpa pers usai meninjau pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 di kampus UNDIKSHA, Singaraja, Bali, Selasa, 8 Mei 2018.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia SBMPTN 2018, Ravik Karsidi mengatakan Kelompok Ujian SBMPTN terbagi menjadi tiga kelompok. Yaitu Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (saintek), Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (soshum), serta Kelompok Ujian Campuran (saintek dan soshum).  Hasil ujian SBMPTN 2018 akan diumumkan pada tanggal 3 Juli 2018.

Ravik menambahkan, bahwa pendidikan tinggi untuk penyadang disabilitas telah diatur dalam Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi. Dengan demikian penyandang disabilitas agar tidak ragu untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi.

"Saat ini sudah banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang telah memiliki fasilitas penunjang bagi mahasiswa penyandang disabilitas," papar Ravik.

Sementara itu, Rektor UNDIKSHA I Nyoman Jampel menyatakan, bahwa kampusnya siap menerima dan memfasilitasi mahasiswa penyandang disabilitas hingga lulus. Jampel mengatakan, saat ini UNDIKSHA sendiri belum ada mahasiswa penyandang disabilitas, namun jika ada peserta ujian disabilitas yang lulus masuk UNDIKSHA pada seleksi tahun ini, kampus akan memberikan fasilitas khusus.

"Karena hal tersebut merupakan amanat dari peraturan yang ada," tegas Jampel.

Ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 resmi dimulai hari ini, dengan diikuti 860.001 peserta ujian.   Pelaksanaan dimulainya ujian SBMPTN 2018 ditandai dengan penyerahan Naskah Soal Ujian (NSU) secara simbolis oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir kepada Ketua Panitia Pusat SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Singaraja, Bali.

Ujian tulis dilaksanakan secara serentak di 42 Panitia Lokal yang terdiri dari 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.