• Card 15 of 30
Nasional

Peserta SBMPTN yang Buang Bayi Masih Pendarahan

Andi Aan Pranata    •    08 Mei 2018 18:25

Ilustrasi: Penemuan mayat bayi. Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi. Ilustrasi: Penemuan mayat bayi. Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.

Makassar: Kepolisian Sektor Tamalanrea kota Makassar, Sulawesi Selatan, bakal menyelidiki kasus peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) yang melahirkan dan membuang bayinya. Peristiwa itu terjadi di Universitas Hasanuddin di tengah ujian sesi kedua, Selasa, 8 Mei 2018.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tamalanrea AKP Muhammad Warfa mengatakan penyidik sudah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Untuk pelaku berinisial IRF, belum bisa diinterogasi karena alasan kesehatan.

"Kita belum bisa memintai keterangan ibu bayi ini karena masih mengalami pendarahan. Sekarang masih ditangani di rumah sakit," kata Warfa melalui telepon.

Baca: Peserta SBMPTN Melahirkan di Toilet

Diberitakan sebelumnya, IRF, peserta SBMPTN asal Enrekang, Sulsel, diam-diam melahirkan di toilet kampus Unhas. Saat itu dia izin dari ujian karena mengeluh sakit perut.

Warfa mengungkapkan, bayi ditemukan seorang petugas kebersihan Unhas bernama Suri. Bayi yang dalam kondisi hidup itu terlantar di dalam tangki penampungan air toilet siram (flush). 

Warfa menceritakan, Suri hendak bertugas membersihkan toilet saat mendengar sara tangisan bayi. Setelah mencari tahu sumber suara, bayi ditemukan masih terlilit ari-ari dengan berlumuran darah.

"Bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Unhas untu ditangani intensif dan mendapatkan pertolongan pertama. Beratnya 1,4 kilogram," ujarnya.

Humas Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman mengatakan kejadian itu di luar kontrol panitia SBMPTN. Sebab panitia tidak bisa mengecek kondisi kesehatan peserta yang jumlahnya ribuan. Dia menyerahkan kasus ini kepada kepolisian. Soal status IRF, dipastikan tidak lulus SBMPTN karena tidak mengikuti salah satu sesi ujian.

"Tim medis tidak memberi rekomedasi dia untuk kembali ujian, karena lebih mengutamakan penyelamatan jiwanya. Secara umum kejadian ini tidak mengganggu proses SBMPT," kata Ishaq.