• Card 1 of 30
Ramadan

DKI Kerahkan 9.000 Petugas Kebersihan saat Takbiran dan Idulfitri

14 Juni 2018 12:13

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji. Foto: MI/Atet. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji. Foto: MI/Atet.

Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan mengerahkan sekitar 9 ribu petugas kebersihan saat malam takbiran dan Idulfitri.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pengerahan petugas di lima wilayah kota tersebut sebagai upaya menciptakan Jakarta tetap bersih dan nyaman.

Diungkapkan Isnawa, dari 10 ribu petugas kebersihan yang dimiliki, hanya 10 persen yang cuti bekerja saat malam takbiran dan Idulfitri. Sisanya, sekitar 9.000 personel tetap bekerja seperti biasa.

"Dengan banyaknya petugas yang tetap bekerja, Jakarta yang bersih tetap terjaga. Khususnya saat malam takbiran hingga Lebaran," kata Isnawa dikutip dari situs resmi Pemprov DKI, Beritajakarta.com, Kamis, 14 Juni, 2018.

Baca: Wakapolda Metro Minta Warga tak Gelar Takbir Keliling

Rekayasa Lalu Lintas

Sementera itu Polda Metro jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di malam takbiran. Sejumlah ruas jalan akan ditutup dan arus lalu lintas dialihkan.

"Kami telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk malam takbir di Jakarta. Sifatnya situasional," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Budiyanto menjelaskan, dari rencana yang sudah disiapkan, ruas jalan dari Tugu Tani yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira - Lapangan Banteng - Pasar Baru - Jalan Gunung Sahari dan seterusnya.

Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Utara akan dialihkan ke Harmoni dan seterusnya.

"Arus lalu lintas dari Hayam Wuruk yang akan mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dibelokan ke Jalan Juanda - Pasar Baru, dan seterusnya," jelas Budiyanto.

Sementara untuk arus usalu lintas dari Bundaran HI yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dibelokan ke Budi Kemulian - Jalan Abdul Muis - Jalan Majapahit dan seterusnya, atau Patung Kuda belok kanan ke Jalan Merdeka Selatan dan seterusnya.

"Rekayasa lalu lintas bergantung situasi di lapangan," pungkas Budiyanto.