• Card 1 of 30
Ramadan

Mudik Ala Anak Yatim di Rumah Piatu Muslimin

Muhammad Al Hasan    •    14 Juni 2018 12:18

Anak-anak yatim piatu di Rumah Piatu Muslimin - Medcom.id/Muhammad Al Hasan. Anak-anak yatim piatu di Rumah Piatu Muslimin - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Jakarta: Hari Raya Idulfitri tak bisa dilepaskan dari tradisi mudik ke kampung halaman. Masyarakat Indonesia di perantauan kembali ke rumah untuk merayakan hari raya dengan keluarga. 

Tak terkecuali anak-anak yatim piatu di Rumah Piatu Muslimin, Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Meski tak lagi memiliki orang tua, tradisi mudik tetap mereka lakukan. 

"Jadi, anak-anak ini setelah salat Id nanti makan ketupat bareng, setelah itu kami haruskan pulang, jadi harus mudik," cerita Humas Rumah Piatu Muslimin, Anggraini, saat berbincang dengan Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018. 

Anggraini menyebut kebijakan mudik ini berlaku buat semua anak. Untuk anak yang masih memiliki ibu, ayah, kakek, nenek atau anggota keluarga lain diperbolehkan pulang ke keluarga mereka. 

"Tapi dengan syarat dijemput," beber dia.

Sementara, bagi anak yang sama sekali tidak memiliki anggota keluarga lain bakal diajak mudik bersama pengasuh panti. 

"Kalau yang yatim piatu biasanya ikut sama pengasuh, karena kebetulan pengasuh kami bergantian mudiknya. Tapi keluarga pengasuh," beber Anggraini.


Rumah Piatu Muslimin - Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Anggraini menyebut mudik buat anak panti ini sengaja dilakukan tiap tahun selama 86 tahun panti berdiri. Ini buat mengajarkan anak-anak arti penting tradisi mudik dalam sebuah keluarga. 

Diharapkan, anak-anak juga merasakan kegembiraan orang yang bermudik. "Jadi anak ini tetap kami ajarkan rasanya berlebaran bersama keluarga walaupun itu bukan keluarganya," kata Anggraini.

Meski demikian, pihak yayasan tidak memaksa bila anak tidak ingin mudik atau sudah pernah dan bosan. Anak-anak yang tidak ikut mudik nantinya bisa ikut membantu di panti.

"Kalau menolak mudik paling tinggal di panti. Sebetulnya enggak ada alasan untuk enggak mudik, cuma kita gak bisa juga paksa anaknya," kata Anggraini.

Anggraini mengaku untuk kegiatan mudik ini, panti selalu mengeluarkan kocek sendiri. Biasanya, pihak yayasan menyewa travel untuk mengantar pengasuh dan anak-anak mudik. 

"Kami biasanya sewakan travel, belum ada kerja sama mudik gratis," tukas dia.