• Card 19 of 30
Ramadan

Sistem Satu Arah Diklaim Efektif Kurangi Kemacetan

20 Juni 2018 11:14

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Widodo S Jusuf) Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta: Penerapan sistem satu arah sejak H+4 lebaran 2018 di sejumlah ruas tol Trans Jawa ke arah Jakarta diklaim efektif mengurangi kemacetan. 

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengungkap, musim mudik dan arus balik lebaran tahun ini relatif lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya.

"Didukung aspek infrastruktur yang sudah terhubung dan langkah cepat one way secara bertahap sejak kemarin ternyata sangat menolong, membantu kelancaran lalu lintas," ungkapnya melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 20 Juni 2018.

Agung mengatakan sistem satu arah yang totalnya hampir 300 kilometer sepanjang Tol Kertasari, Jawa Tengah, sampai ke wilayah Cawang, Jakarta Timur, relatif mampu mengurai kemacetan kendati masih terjadi sumbatan di sejumlah titik seperti rest area.

Namun ia memastikan sumbatan yang dapat mengakibatkan kemacetan di tol tidak akan berlangsung lama. "Paling 30 menit karena hasil pantauan udara setelah rest area lancar lagi," katanya.

Tak cuma di jalur pantai utara, sistem satu arah dan buka tutup juga diterapkan di jalur pantai selatan, namun tak menyeluruh. Khusus jalur selatan, sistem satu arah hanya diterapkan pada saat tertentu saja.

Alasannya, jalur selatan tak memiliki jalur alternatif atau jalan non tol seperti yang dimiliki oleh jalur utara.

"Jalur selatan seperti Nagrek tidak ada alternatif lain kecuali sistem buka tutup. Kalau di Tol Cipali bisa kita alihkan mulai dari Cawang, Bekasi, Cikampek, dan jalur pantura lama," lanjut dia.

"Kami juga mohon maaf masyarakat yang tinggal di Cirebon Kota merasakan dampaknya, juga ketika di arteri terjadi kemacetan karena itu solusi sementara yang bisa kita lakukan," jelas dia.