• Card 20 of 30
Nasional

IDI Merasa Dibenturkan dengan TNI AD

Faisal Abdalla    •    09 April 2018 16:23

Konfrensi pers PB IDI - Medcom.id/Faisal Abdalla.  Konfrensi pers PB IDI - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyesalkan bocornya surat rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait pemecatan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Mayjen dr Terawan Agus Putranto SpRad (K). Rekomendasi itu seharuanya bersifat internal. 

"Keputusan MKEK bersifat internal dan rahasia. MKEK adalah unsur di dalam IDI yang bersifat otonom berperan dan bertanggung jawab mengatur kegiatan internal organisasi dalam bidang etika kedokteran," kata Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis di Kantor PB IDI, Jakarta, Senin, 9 April 2018. 

Ilham menilai tersebarnya surat rekomendasi MKEK telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat. Tersebarnya surat tersebut juga menyebabkan ketimpangan informasi yang tajam akibat ketidakpahaman masyarakat terkait etik profesi kedokteran serta ketidakpahaman kalangan dokter terhadap proses yang terjadi di internal organisasi profesi. 

"Hal ini dapat berdampak negatif serta merugikan masyarakat pada umumnya dan kalangan profesi kedokteran serta institusi terkait," kata Ilham. 

(Baca juga: IDI Selidiki Pembocor Surat Pemecatan Terawan)

Ilham menegaskan PB IDI tidak akan berhenti mencari pihak yang membocorkan surat tersebut. Dia mengakui bocornya surat yang sifatnya internal itu mempunyai dampak politis.
 
"Dengan adanya kebocoran ini kami dihadapkan dengan TNI AD. Padahal beberapa bulan lalu ada kerja sama (MoU) dengan TNI dalam menghadapi tantangan kesehatan global. Sebab, mereka salah satu garda terdepan menjaga kesehatan Indonesia di perbatasan," ketus dia. 
 
Sebelumnya MKEK menjatuhkan putusan berupa pemecatan sementara kepada dokter Terawan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Ini berkaitan praktek pengobatan Terawan yang dikenal dengan cuci otak. 

(Baca juga: Dokter Terawan Masih Anggota IDI)