• Card 1 of 30
Jawa Timur

Ratusan Penumpang Kapal Terlantar di Gresik

Amaluddin    •    14 Juni 2018 09:01

Penumpang Kapal Natuna Express di Pelabuhan Gresik. (Medcom.id/Amal). Penumpang Kapal Natuna Express di Pelabuhan Gresik. (Medcom.id/Amal).

Gresik: Ratusan penumpang kapal tujuan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik terlantar di Terminal Pelabuhan Gresik akibat kapal yang akan ditumpanginya Natuna Express rusak Kamis, 14 Juni 2018. Saat ini 250 penumpang itu nasibnya terkatung-katung menunggu kapal berangkat.

"Jadwalnya berangkatnya hari ini dari Gresik menuju Bawean. Tapi mendadak ada bagian mesin yang rusak, sehingga tidak jadi berangkat," kata Jamil, salah satu penumpang kapal asal Bawean, kepada Medcom.id.

Akibat rusaknya mesin kapal itu ada sekitar 250 penumpang kapal Natuna Express gagal pulang kampung.  

"Sebenarnya info bahwa kapal itu rusak sudah menyebar sejak kemarin. Tapi baru dipastikan tidak berangkat tadi malam," kata warga asal Kecamatan Tambak itu.



Nur Laili, penumpang lainnya, ikut binggung dengan rusaknya kapal. Padahal kapal Natuna Ekspress telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur sebagai angkutan kapal mudik gratis bagi warga Bawean.

"Kalau memang kondisi kapal tidak layak atau rentan rusak. Mestinya pihak Natuna tak bersedia dong, dan Dishub harusnya mengetahui akan kondisi kapal sebelum menjadi kapal mudik gratis," kata mahasiswi itu.

Jamil dan Nur Laili berharap kepada Dishub Jatim atau Dishub Kabupaten Gresik atas gagalnya keberangkatan kapal tersebut. Sebab jika tidak, ratusan warga Bawean bakal terlantar di Gresik. "Pemerintah harus bertanggungjawab dan memberi solusi, apalagi kita ingin lebaran bertemu keluarga. Masa iya kapal yang diajak kerjasama mudik gratis malah bobrok," ujar aktifis kampus Unesa itu.

Sementara itu, Lukman, salah satu petugas kapal Natuna Express membenarkan kapalnya rusak dan menyebabkan ratusan penumpang terlantar. 

Saat ini, menurut Lukman, pihak Natuna masih melakukan lobi-lobi dengan Kapal Express Bahari agar mengangkut penumpang Natuna. 

"Karena perbaikannya memakan waktu sekitar satu minggu," ujarnya.