• Card 1 of 30
Ramadan

Jalur Utara Menjadi Primadona Pemudik

Media Indonesia    •    14 Juni 2018 08:25

Kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: Antara/Risky Andrianto. Kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: Antara/Risky Andrianto.

Jakarta: Jumlah kendaraan pemudik yang melintasi Jawa Barat (Jabar) terus bertambah menjelang Hari Raya Idulfitri 1439 H. Hingga H-2 sudah tercatat 1.085.889 kendaraan yang melintasi jalur utara, tengah, dan selatan wilayah itu.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, jalur utara menjadi primadona karena paling banyak dilalui pemudik yakni 567.875 kendaraan.

Sementara itu, di jalur selatan, hingga H-2 kemarin sudah dilalui 348.315 kendaraan. "Paling sedikit di jalur tengah yang dilalui 169.699 kendaraan," kata Dedi dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 14 Juni 2018.

Dari jumlah tersebut, menurutnya kendaraan roda 4 mendominasi dibanding roda 2. Kendaraan mobil dan bus penumpang yang melintasi Jawa Barat paling banyak pada H-6 Lebaran ini yang mencapai 171.888.

"Pada saat yang sama roda 2 yang melintas sebanyak 124.033," katanya.

Berdasarkan catatannya pun, jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Cikarang Utama menuju arah timur meningkat 63% pada H-2 kemarin.

Meski begitu, arus lalu-lintas pada musim mudik kali ini relatif lancar. Hal ini terlihat dari laju kendaraan yang menuju Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, yang terpantau ramai lancar pada Rabu 13 Juni 2018, pukul 16.00 WIB.

Arus lalu lintas di jalur selatan terlihat padat merayap sejak Rabu 13 Juni 2018 dini hari. Meski tidak sampai macet, kepadatan ini terus berlangsung hingga pukul 16.30. "Pada pukul 16.45 kepadatan sudah semakin mencair. Laju kendaraan lancar kembali," kata Kepala Posko Induk Nagreg Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Abi Basarah.

Baca: Menhub Nilai Mudik 2018 Lebih Baik

Kendaraan arus mudik juga memadati jalur Brebes-Tegal-Purwokerto via Bumiayu, Jateng. Kendaraan mengular hingga lebih 2 kilometer di Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong, Brebes. Petugas Polres Brebes melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup atau contra flow.

Lebih baik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan perjalanan mudik tahun ini dapat dipastikan lebih lancar jika dibandingkan dengan tahun lalu. Beberapa titik rawan telah dapat diatasi dengan baik melalui rekayasa lalu lintas.

"Jalur mudik ini akan berlangsung lebih baik dari tahun lalu di mana jarak tempuh dari Jakarta ke Semarang kurang lebih 8-9 jam, Jakarta ke Solo 10-12 jam," kata Budi.

Terdapat beberapa titik rawan kemacetan yakni Cikarang Utara, Kertajati, Kalikuto dan Kali Knteng. Kertajadi sudah bisa diatasi dengan baik termasuk Kalikuto yang sudah lancar berkat penerapan satu jalur.

"Selain jalur darat, kita juga mencatat kinerja yang baik dari matra yang lain,yakni udara tercatat naik 15% dari tahun sebelumnya dari yang kita rencanakan 4%, laut okupansi 90% dari 30.000 kursi yang kita persiapkan," tuturnya.

Untuk arus balik, pihaknya telaah mengidentifikasi. Kemudian jalur Tol Trans-Jawa titik lemah di Km 108 sampai 130. "Kami akan tambah 2 titik rest area di situ. Kami imbau juga puncak balik adalah tanggal 19-20 Juni," katanya.

Ia menyatakan masyarakat dapat menggunakan jalur Pantai Utara dan Selatan yang sudah sangat laik, selain tol. "Kami lihat jalan pantura bagus sekali," tutupnya.