• Card 1 of 30
Nasional

Sandi Pegang Otoritas Penjelasan Rumah DP Rp0

Nur Azizah    •    17 April 2018 08:47

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (ketiga kiri) meninjau pedestrian di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (ketiga kiri) meninjau pedestrian di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan penjelasan mengenai program hunian DP Rp0 hanya keluar dari mulutnya. Hal itu untuk menyelesaikan polemik yang berkembang soal program ini.

"Ini simpang siurnya luar biasa karena banyak yang stetment. Saya sudah sepakat sama Pak Anies, statement tentang DP Rp0 ini hanya bisa diotorisasi oleh saya," ungkap Sandi, Senin, 16 April 2018

Pembangunan program hunian DP Rp0 menuai polemik. Pangkalnya, saat revisi pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI 2018-2022 pada Senin, 9 April 2018.

Ketua Komisi B DPRD DKI Yusriah Zinnun mempertanyakan target pembangunan 250 ribu rusun, termasuk DP Rp0. Menurut dia, target itu tidak realistis.

Rabu 11 April 2018, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, Pemprov tidak akan membangun DP Rp0. Tapi, hanya menyiapkan pembiayaan untuk uang muka.

Baca: Dua Pergub Rumah DP Rp 0 Diracik

Pemprov juga hanya mampu membangun tujuh ribu rumah susun sewa (rusunawa) selama lima tahun mendatang. Agustino sebelumnya mengatakan Pemprov akan membangun sekitar 14 ribu rusunawa.

Tujuh ribu rusunawa pertama sudah ada sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Rusunawa yang sudah terbangun tersebar di kawasan Nagrak, Rorotan, KS  Tubun, Semper, Rawa Buaya, Pengadegan, Pasar Rebo, Rawa Bebek, dan Penjaringan.

Meski tujuh ribu rusunawa tak dibangun di masa Anies-Sandi, namun pembangunan itu dimasukkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022. Alasannya, karena seluruh tujuh ribu rusunawa rampung tahun ini.

Sementara pembangunan rumah susun milik (rusunami), Pemprov mengandalkan BUMD dan pihak swasta. Dengan begitu, target membangun 250 ribu rusun akan terealisasi.

Baca: Sandi Pastikan Bangun 250 Ribu Rumah DP Rp0

Sandi mengatakan, Pemprov tengah bersiap membangun hingga 25 persen rusunawa. Ia juga mengklaim ada dua pengembang dari Real Estate Indonesia (REI) yang menyatakan siap bergabung di program rumah DP Rp0.

"Jadi mungkin ada sekitar 75 sampai 85 persen yang akan dibangun oleh dunia usaha, BUMD, BUMN dan juga ada beberapa yang sudah menandatangani. Mereka siapkan lahan, kita siapkan pembiayaannya, dan kita siapkan juga tentunya bagaimana pengeksekusiannya di lima tahun ke depan," pungkas dia.