• Card 18 of 30
Nasional

Nasib Program Rumah DP Rp0 Dipertanyakan Usai NJOP Naik

M Sholahadhin Azhar    •    06 Juli 2018 19:46

Ilustrasi rumah DP Rp0. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto). Ilustrasi rumah DP Rp0. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto).

Jakarta: Gubernur Jakarta Anies Baswedan menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) melalui Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018. Hal ini dianggap tak sesuai dengan program Rumah DP Rp0, lantaran membuat harga tanah makin melambung.

"Dan yang paling berat itu nanti program dia DP 0 persen itu bisa jalan enggak?" kata Pengamat kebijaan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah ketika dihubungi, Jumat, 6 Juli 2018.

Ketika NJOP naik, Trubus memastikan harga lahan ikut melambung. Sebab, NJOP menjadi patokan nominal penjualan tanah. Kenaikan bakal merata, termasuk lahan milik swasta.

Atas dasar itu, ia meragukan program DP Rp0 bakal berjalan. "Nah program rumah DP Rp0 ini kan mau dibangun di tanah swasta, yang otomatis swasta juga menaikkan harga tanah yang tinggi juga," Trubus.

Menurutnya, kebijakan seperti ini merupakan model swastanisasi dari Anies. Trubus menilai kebijakan itu justru bertolak belakang dengan janji kampanyenya.

"Jadi Gubernur Anies ini menerapkan kebijakan swastanisasi. Modelnya seperti itu, semua harga dinaik-naikkan, jelas kebijakan ini kebijakan yang tidak populer," kata Trubus.

Lebih lanjut, ia melihat ada salah kaprah dalam regulasi itu, khususnya dari perhitungan ekonomi mengingat pertumbuhan ekonomi di Jakarta belum menggembirakan. Sehingga, Trubus menyimpulkan aturan baru ini sebagai produk yang keliru.

"Dalam artian bahwa belum ada urgensinya menaikan NJOP ini. Karena saat ini kondisi tingkat perekonomian Jakarta masih rendah, pertumbuhan ekonominya kan baru lima persen. Artinya ini yang menjadi problem makro," tandas Trubus.

NJOP bumi dan bangunan di Jakarta kembali naik 19 persen. Kepastian ini diperoleh setelah terbitnya Peraturan Gubernur nomor 24 Tahun 2018 tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan 2018.