• Card 5 of 30
Nasional

Takut Dimutasi, SKPD DKI Main Aman

Media Indonesia    •    02 April 2018 08:50

Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru

Jakarta: Serapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta sangat rendah pada kuartal pertama 2018. Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menilai ada kecenderungan para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI bermain aman.
 
Serapan APBD pada kuartal pertama hanya mencapai 8,4% atau sekitar Rp6 triliun dari APBD DKI 2018 sebesar Rp77,1 triliun. Angka ini jauh di bawah target Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang memproyeksikan Rp7 triliun per bulan atau sebesar Rp21 triliun dalam tiga bulan.
 
Menurut Nirwono, ada kecenderungan para SKPD menahan diri untuk mengeksekusi penyerapan anggaran. Pasalnya, Gubernur Anies Baswedan berencana merombak posisi para kepala dinas dan kepada badan pada April ini.
 
"Para SKPD menunggu kepastian posisi mereka, apakah masih tetap atau pindah jabatan sehingga memilih menunda pekerjaan lelang. Akibatnya, serapan anggaran menjadi rendah," papar Nirwono, kemarin.

Lebih lanjut, dosen Universitas Trisakti tersebut melihat ada masalah menungu di depan karena kecenderungan para SKPD lepas tangan bila dipindah dari jabatan sekarang, sementara pejabat yang baru pun akan enggan melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan pendahulunya. "Cara paling aman, ya semua menunggu sampai April," tambahnya.
 
Sorotan serupa disampaikan anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif. "Saya menilai SKPD lebih banyak takutnya mengeksekusi anggaran," cetusnya.

Baca: Sandi Ingin Penyerapan Anggaran DKI Membaik

Dampak dari rendahnya serapan, menurutnya, bisa memicu beberapa pos anggaran dimatikan pada APBD 2018. Hal ini tentu berdampak pada pembangunan Jakarta.
 
"Sekarang belum kelihatan, tapi indikasinya waktu perubahan APBD akan kelihatan anggaran-anggaran yang dimatikan. Sekarang saja banyak yang belum masuk lelang. Itulah mengapa perombakan SKPD dianggap penting," tegas Syarif.
 
Panitia seleksi
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui capaian penyerapan anggaran akan menjadi salah satu indikator evaluasi dan perombakan pejabat dalam waktu dekat.
 
Sandi menyebut panitia seleksi (pansel) sudah terbentuk. "Kami lagi pelajari masukan, awal April saya sama Pak Anies mulai duduk untuk me-review. Harapannya (sudah tuntas) sekitar pertengahan. Panselnya sudah dibentuk. Kemarin sudah ada pertemuan awal pansel," ujar Sandi.
 
Pergantian jajaran SKPD, lanjutnya, dilihat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, bukan karena like and dislike. Dia berharap perombakan SKPD bisa meningkatkan birokrasi.
 
"Jadi, ini catatan buat kita, salah satu yang menjadi masukan kok penyerapannya rendah sekali. Apa ada yang salah di dinas-dinas? Nah, ini yang kita harapkan jadi masukan pas kita melakukan perombakan," tuturnya.
 
Meski SKPD segera dirombak, Nirwono Yoga menyatakan tidak serta-merta menjamin penyerapan anggaran akan membaik. Pejabat yang dipilih harus selektif. "Jangan pilih karena mereka merupakan tim sukses atau pendukung Gubernur, tapi pilihlah yang kompeten di bidangnya dan bisa bekerja profesional," tegas Nirwono.