• Card 19 of 30
Nasional

Penyerapan APBD DKI Meleset

01 Maret 2018 15:24

Gedung Balai Kota DKI. (Foto: jakarta.go.id) Gedung Balai Kota DKI. (Foto: jakarta.go.id)

Jakarta: Penyerapan penggunaa APBD DKI 2018 gagal mencapai target. Padahal, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan penyerapan sebanyak Rp7 triliun di tiga bulan pertama. Namun, hingga kini penyerapan baru tercapai Rp4 triliun.
 
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Syahrial mengatakan, penyerapan anggaran merupakan tolak ukur kinerja pemprov DKI. Rendahnya serapan menunjukkan kualitas kerja yang buruk. "Melihat kondisi sekarang ini kualitasnya jauh di bawah pemerintahan sebelumnya," kata Syarial di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Maret 2018.
 
Indikator lainnya yakni lelang pembangunan yang baru Rp200 miliar. Padahal, dibandingkan tahun lalu proyek yang dilelang mencapai Rp5,4 triliun. "Proyek pembangunan itu pada waktu yang sama, bulan sama, tapi bedanya jomplang sekali," ucapnya.

Baca: Serapan Anggaran DKI Masih Rendah
 
Menurutnya, rendahnya penyerapan dan sedikitnya proyek yang dilelang menunjukkan pemerintahan sekarang tidak memiliki sasaran yang jelas dalam membangun Jakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai terlalu sibuk mengurus kepentingan pribadi yakni memenuhi janji kampanye.
 
"Yang ada sekarang ini gubernur hanya fokus memenuhi janji kampanye. Padahal, janji-janji itu kebanyakan bukan kepentingan mayoritas. Dan, menuai polemik karena tidak bisa dipenuhi lantaran adanya aturan," ujarnya.
 
Sebelumnya, Sandiaga menargetkan penyerapan APBD DKI 2018. Dia menargetkan penyerapan anggaran ditetapkan sebesar Rp6-7 triliun per bulan. "Kita ingin penyerapannya itu per bulan antara Rp 6 sampai Rp7 triliun," ujar Sandiaga.
 
Dengan target tersebut, Sandiaga berharap tiap kuartal, serapan anggaran DKI dapat mencapai Rp20 triliun. "Kalau tiap kuartal itu Rp20 triliun mudah-mudahan target yang kita capai Rp70 triliun lebih itu bisa diwujudkan," kata Sandiaga.