• Card 7 of 30
Nasional

Anies Belum Hubungi Dinas Citata Terkait Anggaran Pengadaan Lift

Haifa Salsabila    •    25 Januari 2018 12:44

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Medcom.id Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Medcom.id

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum mengetahui rencana pengadaan elevator (lift) di rumah dinasnya. Anies akan mencoret anggaran tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2018. 

"Saya belum kontak (Dinas Citata). Kemarin 100 hari full,” kata Anies saat ditemui di Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Januari 2018. 

Ia mengaku tak pernah menginstruksikan atau memberi arahan untuk penyediaan lift. Anies mengatakan renovasi besar-besaran dianggap tidak perlu. 

"Jadi saya garis bawahi tidak ada arahan. Ini supaya tidak dilaksanakan dan dibatalkan nanti di APBD-P dihilangkan,” sambung Anies. 

Baca: Rumah Dinas Anies Bakal Dipasang Lift

 
Sebelumnya, Kepala Dinas Citata DKI Benny Agus Chandra mengatakan pengadaan lift untuk rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan. Lift itu diperuntukkan bagi kaum difabel yang ingin berkunjung.

“Persoalan lift bukan pada urgensinya, tapi lebih pada peningkatan kenyamanan rumah ‘bapaknya’ warga Jakarta,” kata Kepala Dinas Citata DKI Benny Agus Chandra saat dihubungi wartawan, Kamis, 25 Januari 2018.

Benny tak mempermasalahkan jika kemudian pengadaan lift dibatalkan. Lantaran belum dianggap perlu. 

Anggaran pengadaan lift untuk rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba-tiba muncul dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Besaran anggaran itu Rp750 juta. 

Ketua DPRD DKI Jakarta Presetio Edi Marsudi mengatakan DPRD tidak pernah membahas anggaran lift untuk rumah dinas. 

Pengadaan lift tak menggunakan skema lelang, melainkan pengadaan langsung. Politikus PDI Perjuangan itu bakal menanyakan asal mula pos anggaran tersebut pada rapat Banggar.

Berdasarkan informasi yang diterima, anggaran pengadaan lift Rp750 juta untuk rumah dinas Gubernur DKI masuk dalam pos anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemprov DKI (DCKTR DKI) tahun 2018.

Terdapat kejanggalan dalam pengadaan itu. Rumah Dinas Anies diketahui hanya dua lantai. 

Berdasarkan Perpres 54/2010, pengadaan barang di atas Rp200 juta harus dilakukan melalui  lelang di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov DKI (BPPBJ DKI).