• Card 9 of 30
Jawa Timur

NasDem dan PDIP Kebut PAW Anggota DPRD Kota Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    06 September 2018 12:24

Tiga anggota DPRD Kota Malang (kiri ke kanan), Rahayu Sugiarti, Suprapto, dan Wiwik Hendri Astuti, menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015, 23 Juli 2018, MI - Rommy Pujianto Tiga anggota DPRD Kota Malang (kiri ke kanan), Rahayu Sugiarti, Suprapto, dan Wiwik Hendri Astuti, menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015, 23 Juli 2018, MI - Rommy Pujianto

Malang: Partai NasDem menyiapkan satu nama untuk menggantikan posisi Mohammad Fadli sebagai anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur. Fadil dipecat dari keanggotaan partai setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus suap.

Baca: NasDem Pecat Kader yang Terlibat Korupsi di Malang

Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang Hanan Jalil mengatakan proses pergantian antar waktu (PAW) akan segera dilakukan. Itu sesuai dengan target Gubernur Jawa Timur Soekarwo agar pelantikan PAW dilakukan pekan depan, Senin, 10 September 2018.


(Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang Hanan Jalil, Medcom.id - Daviq Umar)

"Kami akan berusaha memenuhi target agar pelayanan publik tidak terhambat. Sudah ada gambaran-gambaran, tapi kan proses itu tidak bisa serta merta. Kita tunggu, kita selalu berdiskusi dengan yang mengganti atau yang diganti," kata Hanan di Malang, Rabu 5 September 2018.

Bila mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), Fadli bakal digantikan oleh calon legislator dengan perolehan suara di bawahnya pada Pileg 2014 yaitu Kholik Nuriadi. Tapi, Kholik kini berstatus sebagai terdakwa kasus penyalahgunaan wewenang mantan Lurah Tunggulwulung, Kota Malang.

"Kalau yang di bawahnya bermasalah, ya yang di bawahnya lagi. NasDem menjalankannya sesuai Peraturan KPU," kata Hanan.

Tindakan serupa pun dilakukan PDI Perjuangan. KPK menetapkan 41 anggota dewan terjerat dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Sembilan di antara mereka merupakan kader PDI Perjuangan. 

Delapan kader yaitu Abdul Hakim, Suprapto, Tri Yuliani, Erni Farida, Teguh Mulyono, Hadi Susanto, Diana Yanti, dan Arief Hermanto. Sedangkan satu orang lain yaitu Moch Arief Witjaksono yang telah dijatuhkan vonis lima tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Juni 2018.

Seketaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari mengatakan partai telah memecat sembilan orang itu. Dalam waktu dekat, kata Sri, DPD dan DPC akan menyiapkan nama pengganti sembilan orang tersebut.

Untari menambahkan proses pergantian antar waktu (PAW) untuk sembilan anggota dewan tersebut saat ini sedang dikebut. Sebab, seluruh anggota dewan PAW rencananya bakal dilantik pada Senin, 10 September 2018 mendatang.

Nama-nama anggota dewan PAW dari fraksi PDI Perjuangan pun telah disiapkan. Antara lain Edi Hermanto, Hadi Susanto, Usman Hadi, Yosana Istiwati, Sutikno, Sugiono, Luluk Surya, Heri Yudianto, dan Retno Marsudi.

"Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Tapi mau dikata apa lagi bahwa keputusan KPK sudah final. Sehingga kami harus menghormati semua prinsip dan proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Rian Diana menyampaikan dari sembilan nama yang diusulkan ke pengurus DPP PDIP, baru empat nama yang telah disetujui. Keempat nama tersebut yakni Retno Marsudi, Hadi Susanto, Heri Yudianto, dan Luluk Surya.


(Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana, Medcom.id - Daviq Umar)

"Proses PAW, kami sudah mengirim empat nama yang sudah mendapat persetujuan DPP semalam. Lima nama lainnya menyusul, masih menunggu proses persetujuan DPP," tambahnya.

Tiga partai politik menyumbang legislator terbanyak dari 41 anggota DPRD Kota Malang, yang ditetapkan tersangka oleh KPK. Yakni PDIP (sembilan orang), PKB (lima orang) dan Partai Golkar (lima orang). Sedangkan, partai politik dengan jumlah legislator paling sedikit adalah Partai NasDem yaitu satu orang.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang telah menjerat 21 tersangka, mulai dari Wali Kota Malang Moch Anton, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono, Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, dan 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya.

Lihat video: