• Card 22 of 30
Nasional

Gerindra Mengakui Sulit Membangun Koalisi

Ilham wibowo    •    12 April 2018 17:03

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/MI/Rommy Pujianto Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Partai Gerindra masih harus menempuh jalan panjang. Kepastian majunya Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 harus didukung partai koalisi.

Keberadaan PKS sebagai partai koalisi juga belum cukup melegakan. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut partai koalisi harus diyakinkan agar memiliki kesamaan tujuan dalam membangun bangsa.

"Membangun koalisi tentu saja tidak gampang," tegas Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Gerindra dipastikan berhadapan dengan koalisi raksasa pendukung calon petahana Joko Widodo. Menentukan pendamping Prabowo juga menjadi elemen penting.

Gerindra memahami setiap parpol mengharapkan kader terbaiknya ikut bertanding. Ini lah yang harus intensif dikomunikasikan.

"Apalagi di sisi yang lain mayoritas partai sudah mendukung petahana dan idealnya tentu saja jika takdir Allah berpihak kepada Pak Prabowo, tentu saja kita harus mayoritas," ucap dia.

Muzani menjelaskan Gerindra tak akan putus asa. Komunikasi dengan koalisi pendukung Jokowi tetap digencarkan.

Ia optimistis peluang Gerindra mendapat dukungan besar masih terbuka hingga partai politik meneken dukungan resmi dan mengikat saat tahapan pendaftaran di KPU. "Sekali lagi, saya kira kita harus memiliki komunikasi yang baik dengan semua partai dan kami dari Gerindra tidak memiliki halangan untuk komunikasi dengan partai mana pun, termasuk dengan partai yang sudah memberikan dukungan pada Pak Jokowi," tutur Wakil Ketua MPR itu.