• Card 8 of 30
Nasional

Gerindra Pastikan Pilih Cawapres Kalangan Parpol

Ilham wibowo    •    14 April 2018 08:23

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani - Medcom.id/Ilham Wibowo. Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut serius telah menerima mandat calon presiden di Pemilu 2019. Pengurus partai kini tengah gencar membangun poros koalisi. 

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut upaya menggaet Parpol koalisi menjadi fokus utama hingga masa pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditutup. Menurutnya, Gerindra bakal terbuka menerima masukan usulan nama calon wakil presiden termasuk dengan menggaet sosok dari kalangan Parpol. 

"Karena kami Gerindra sudah punya calon presiden maka pasangan Pak Prabowo tentu saja tokoh yang bisa merepresentasi Parpol," ujar Muzani di sela-sela acara diskusi kelautan di Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 13 April 2018. 

Prabowo dipastikan perlu menambal syarat yang mengharuskan memiliki 20 persen kursi di parlemen. Muzani menuturkan, masih cukup waktu untuk melakukan komunikasi politik dengan Parpol lain. Bahkan, Parpol yang telah merapat kepada calon petahana presiden Joko Widodo juga tengah dalam penjajakan. 

"Dalam undang-undang Pemilu disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden diajukan oleh parpol atau gabungan parpol," tuturnya. 

Partai Gerindra tak akan menutup asa hingga kepastian tahapan Pemilu di KPU telah berakhir. Jalan terjal bakal dihadapi terutama dalam menggalang koalisi dukungan partai politik.  

"Membangun koalisi tentu saja tidak gampang," ungkap Wakil Ketua MPR ijin 

Partai Gerindra dipastikan bakal berhadapan dengan koalisi besar partai pendukung petahana Presiden Joko Widodo. Meski belum resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), peluang Gerindra baru terbuka bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Menurut Muzani, partai koalisi mesti diyakinkan agar memiliki kesamaan tujuan dalam pembangunan bangsa. Di samping itu, Gerindra juga perlu memahami setiap partai politik mengharapkan kader terbaiknya bisa maju sebagai presiden atau wakil presiden.  

"Karena itu komunikasi intesif harus kita lakukan. Apalagi di sisi yang lain mayoritas partai sudah mendukung petahana dan idealnya tentu saja jika takdir Allah berpihak kepada Pak Prabowo tentu saja kita harus mayoritas," paparnya.