• Card 1 of 30
Nasional

Celah Prabowo Curi Suara Jokowi

13 April 2018 10:13

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan memaparkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), hasil survei menjelang Pilpres 2019 di Kantor SMRC, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan) Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan memaparkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), hasil survei menjelang Pilpres 2019 di Kantor SMRC, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Jakarta: Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengklaim sudah mengetahui celah yang bisa digunakan Prabowo Subianto untuk mencuri suara dan dukungan dari petahana. Meski tak mengungkap secara keseluruhan, beberapa di antaranya dinilai akan berhasil menarik dukungan masyarakat untuk beralih ke Prabowo.

"Kita sudah paham (celahnya) dan tahu termasuk survei dari data survei SMRC untuk bisa menaikkan elektabilitas (Prabowo). Barang kali kita juga bisa menilai kinerja Jokowi yang hampir 4 tahun ini seperti apa," kata Nizar, dalam Prime Talk, Kamis, 13 April 2018.

Salah satu celah yang akan dimanfaatkan kubu oposisi untuk menarik suara adalah kinerja Jokowi dalam aspek ekonomi, politik, termasuk soal utang negara.

Nizar mengatakan hal-hal mendasar itu akan disampaikan pada masyarakat termasuk penjelasan APBN versi lawan dan versi pemerintah untuk meraup dukungan. 

"APBN, nota keuangan, kita tahu lubang-lubangnya itu yang akan kita lakukan untuk menaikkan elektabilitas," kata Nizar.

Tak hanya itu, Nizar juga berencana menyisir utang luar negeri yang dipinjam pemerintah untuk mengamati berapa defisit yang ditimbulkan termasuk keseimbangan primernya. 

Ia mengatakan secara umum visi misi Prabowo mengajukan diri sebagai calon presiden periode 2019-2024 tidak banyak berubah. Perubahan hanya akan terjadi dari sisi program.

Utamanya adalah program yang sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi apakah sesuai janji politik sebelumnya dengan UUD 1945, undang-undang, dan peraturan pemerintah.

"Data-data asli, data keuangan, ada. Itu yang akan kita jadikan landasan hukum apalagi harga BBM beberapa kali naik pada pemerintahan Jokowi, itu salah satu cara bagaimana kita menaikkan elektabilitas. Satu lagi kita akan lakukan itu secara bijaksana dan arif, tidak akan menjelekkan (lawan)," jelas dia.

Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Effendy Choirie atau yang akrab disapa Gus Coy mengatakan siap dengan segala aspek sebagai petahana. Ia memastikan kinerja Jokowi sudah berada di jalurnya.

"Saya kira masyarakat secara umum Jokowi sudah on the track. Pilihan programnya juga diorientasikan masa depan Indonesia," katanya.

Gus Coy menilai pemerintahan Jokowi sudah membangun Indonesia dengan lompatan yang luar biasa. Bahkan pembangunan infrastruktur yang pada pemerintahan sebelumnya tidak dilakukan, diselesaikan secara komprehensif oleh Jokowi.

"Membangun infrastruktur Trans Kalimantan, Trans Sumatera, Trans Jawa, dulu nyaris ada tembok yang sulit ditembus pemerintah dua periode sebelumnya sekarang semuanya sudah terjadi," ungkap Gus Coy.

Selain itu pemerintahan Jokowi juga mengajarkan keteladanan tidak memimpin secara hedonis atau kolutif melainkan sederhana dan kerja keras. Urusan utang luar negeri pun tidak sefantastis apa yang dituduhkan.

Ia mengatakan utang luar negeri Indonesia boleh jadi besar namun hal itu tidak dipersembahkan untuk hal bersifat konsumtif, tapi kepentingan masa depan rakyat.

"Ini investasi jangka panjang, ketika memprioritaskan sesuatu dengan anggaran besar wajar ada celah. Celah dimanfaatkan oposisi itu biasa tapi pemerintah bisa menjelaskan secara rasional, menjadi bagian dari rasionalisasi membangun bangsa," kata Gus Coy.