• Card 27 of 30
Ekonomi

Kadin Bali: Kondisi Ekonomi Bali Lesu di 2017

31 Desember 2017 12:18

Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali/Istimewa. Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali/Istimewa.

Denpasar: Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali Made Arya Amitaba mengatakan perekonomian di Pulau Dewata mengalami kelesuan akibat dampak dari bencana erupsi Gunung Agung.

"Lesunya ekonomi serta dampak erupsi Gunung Agung membuat ekonomi masyarakat juga turun. Terlebih sektor properti yang saat ini harganya turun tajam," kata Arya Amitaba di Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali dikutip dari Antara, Minggu 31 Desember 2017. 

Ia mengatakan gejolak perekonomian memang 2017 dirasa mengalami pasang surut. Bahkan dalam enam bulan terakhir penurunan ekonomi sangat dirasakan. Banyak pengusaha yang bergerak di bidang pengembang properti mengalamai kesulitan ketika melakukan pembayaran kredit bank.

"Sehingga pergerakan dalam pengembang properti khususnya, mengalami penurunan. Di samping juga daya beli warga masyarakat terhadap properti drastis turun," ucap alumni Universitas Pendidikan Nasional Denpasar itu.

Menurut dia, hal ini gejolak ekonomi dunia juga membawa dampak sangat besar. Dan lebih diperparah lagi dengan adanya bencana di berbagai daerah, termasuk di Bali.

"Jadi, kalau mau beli rumah dan berinvestasi di properti sekarang ini saat yang tepat, karena harganya sangat terjangkau," ujar Arya. 

Arya mengakui ada sejumlah nasabah yang melepas propertinya dengan harga relatif murah karena kondisi lesu saat ini. Mereka juga ada kekhawatiran akan tambah merosot perekonomian.

"Ada harga rumah bisa turun sampai 50 persen dibandingkan ketika lagi majunya sektor pengembangan properti. Kami juga ada rumah yang siap dijual dengan harga terjangkau oleh pasar," ujarnya.

Arya Amitaba tidak menampik kalau banyak pemilik atau pebisnis properti yang selama ini menggandeng bank (BPR) untuk pengembangan usahanya. Namun ketika kondisi lesu seperti sekarang mereka terpaksa harus melepas propertinya dengan harga rendah agar bisa melaksanakan kewajibannya di bank.

"Ya itu salah satu langkah agar bisa melunasi kewajibannya. Dan mereka pun tidak mau kehilangan nama baik, di mana mereka mendapatkan kredit bank," ungkapnya.