• Card 20 of 30
Bali-Nusa

Radius Zona Berbahaya Gunung Agung Berkurang

Raiza Andini    •    04 Januari 2018 16:14

Abu vulkanik Gunung Agung mengepul di Desa Rendang, Karangasem, Bali, 2 Januari 2018, Ant - Nyoman Budhiana Abu vulkanik Gunung Agung mengepul di Desa Rendang, Karangasem, Bali, 2 Januari 2018, Ant - Nyoman Budhiana

Karangasem: Radius zona berbahaya Gunung Agung berkurang. Sedianya, zona berbahaya berada pada jarak delapan kilometer dari Gunung Agung, Karangasem, Bali. Mulai 4 Januari 2018, radius zona berbahaya menjadi hanya enam kilometer.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM I Gede Suantika menyatakan itu sesuai dengan Surat Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) Nomor 002.Pers/04/SJI/2018. Namun, ujarnya, warga tetap harus waspada karena Gunung Agung masih berstatus Awas.

"Warga sudah bisa pulang. Objek wisata Pura Besakih juga sudah dibuka untuk menormalkan ekonomi rakyat Karangasem. Kasihan masyarakat menunggu lama di pengungsian," kata Suantika di Karangasem, Kamis, 4 Januari 2018.

Menurut Suantika, petugas mencatat Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi. Aktivitas vulkanik masih tinggi dan fluktuatif.

Kementerian ESDM, lanjut Suantika, menyatakan material erupsi masih terpantau di gunung tertinggi di Bali itu. Lava mengisi kawah, abu masih mengepul, dan bebatuan terlontar dari kawah.

Hingga Rabu, 3 Januari 2018, pukul 18.00 Wita, aktivitas kegempaan masih terekam alat seismograf. Aliran magma masih terpantau mengarah dari perut bumi ke permukaan.

Saat ini, ungkap Suantika, warga perlu mengantisipasi lontaran batu pijar, pasir, kerikil, hujan abu, dan lahar dingin. Batu pijar diperkirakan terlontar ke wilayah di area sejauh enam kilometer dari kawah. Sedangkan lahar dingin mengaliri sungai yang berhulu di Gunung Agung.