• Card 23 of 30
Bali-Nusa

Empat Bulan Gunung Agung Erupsi 22 Kali

Raiza Andini    •    02 Januari 2018 11:13

Gunung Agung dari pos pantau di Desa Rendang, Karangasem, Bali -- medcom.id/Raiza Andini Gunung Agung dari pos pantau di Desa Rendang, Karangasem, Bali -- medcom.id/Raiza Andini

Karangasem: Sejak September 2017, Gunung Agung sudah erupsi sebanyak 22 kali. Erupsi terbesar terjadi pada 25 November 2017, saat itu ketinggian kolom abu mencapai empat kilometer hingga menutup Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Setelah itu (25 November 2017) diikuti letusan kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gede Suantika di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa, 2 Januari 2017.

Suantika menjelaskan, Gunung Agung sempat beristirahat dari aktivitas setelah erupsi pada November 2017. Istirahat berakhir saat gunung tertinggi di Bali itu kembali erupsi pada 23 Desember 2017 dengan menyemburkan abu setinggi 2.500 meter.

"Selanjutnya pada 24 Desember (Gunung Agung) kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 2.000 meter," ujar Suantika.

Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Kementerian ESDM Devy Kamil Syahbana menambahkan bahwa erupsi yang dihasilkan pada 14 September-31 Desember 2017 merupakan letusan terbanyak sepanjang sejarah erupsi Gunung Agung. "Ini adalah kegempaan terbanyak Gunung Agung yang pernah terekam sejak erupsi 1963," tegasnya.

Hingga Selasa, 2 Januari 2017, Gunung Agung masih berstatus awas. Rekomendasi zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 kilometer dari kawah ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 10 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Terakhir, alat seismograf di Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang kembali merekam gempa letusan dengan amplitudo 25mm di Gunung Agung pukul 22.00 Wita pada Senin, 1 Januari 2018. Letusan tersebut juga diikuti hembusan asap pekat mengandung abu vulkanik dari dalam kawah Gunung Agung.

Letusan tersebut melontarkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter. Abu tersebut terbawa angin ke arah barat dan barat daya. Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah seperti Gianyar dan Denpasar diguyur hujan abu tipis.