• Card 1 of 30
Ekonomi

Erupsi Gunung Agung, Ekonomi Karangasem Bali Mati Suri

26 Desember 2017 16:20

Petani menggarap lahan pascapanen dengan latar belakang Gunung Agung yang menghembuskan asap disertai abu vulkanis di Sidemen, Karangasem, Bali. (FOTO: Antara/Hafidz Mubarak) Petani menggarap lahan pascapanen dengan latar belakang Gunung Agung yang menghembuskan asap disertai abu vulkanis di Sidemen, Karangasem, Bali. (FOTO: Antara/Hafidz Mubarak)

Karangasem, Bali: Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan selama kurun waktu tiga bulan terakhir ekonomi di Karangasem, Bali, mati suri. Sebab, kata Bupati, Karangasem tak mendapat pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) yang sebagian besar bersumber dari galian C dan pariwisata.

Mas Sumatri menyebutkan pendapatan masyarakat setempat juga menurun hampir 90 persen di sejumlah kegiatan usaha setelah terdampak erupsi Gunung Agung.

"Sampai hari ini ekonomi kami masih terpuruk dan mari suri. Banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian dan daya beli menurun drastis," ucapnya, di Kantor Bupati Karangasem, Bali, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 26 Desember 2017.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaksanakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu 27 Desember 2017 di Jakarta. Salah satu pembahasan yaitu penanganan debitur terdampak erupsi Gunung Agung.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mendatangi Kabupaten Karangasem untuk bertemu dengan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri, Wakil Bupati I Wayan Arta Dipa sekaligus menerima masukan dari sejumlah pelaku usaha kecil, PHRI, Kadin Karangasem serta sejumlah asosiasi pelaku usaha lain di daerah setempat yang terdampak erupsi.

Sebagian besar pelaku usaha mengusulkan agar adanya mekanisme keringanan yang memungkinkan dapat ditempuh perbankan seperti penundaan pembayaran kredit, penghapusan bunga atau penurunan bunga.

"Sehingga pengusaha kecil yang baru merangkak bisa melanjutkan lagi usahanya karena dari September hingga sekarang sudah tidak bisa melakukan kewajiban ke bank," kata perwakilan dari Kadin Karangasem Wayan Cakra Weda Kusuma.

Senada dengan Cakra, perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Kecil Karangasem Gusti Nyoman Gariada juga mengharapkan adanya keringanan yang keputusannya diharapkan sudah dapat direalisasikan akhir Desember ini.

"Kami harapkan kalau bisa bunga dihapus dalam jangka waktu setahun misalnya dan pembayaran pokok ditunda," pungkas dia.