• Card 1 of 30
Ekonomi

Sebanyak 700 Debitur BRI Terdampak Gunung Agung

Desi Angriani    •    27 Desember 2017 19:59

Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani) Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat 700 debitur terkena dampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Aktivitas kegempaan yang terjadi sejak pertengahan September lalu itu terindikasi mengarah ke kredit macet.

Direktur utama BRI Suprajarto mengatakan belum terjadi pembengkakan signifikan dari kredit bermasalah atau Non Perfoming Loan (NPL). Dia menaksir total kredit yang terdampak pascaletusan Gunung Agung hanya Rp554 miliar.

"Enggak besar, karena kan orang Bali itu budanyanya enggak mau nunggak ya. Jadi kami optimistis akan lebih baik NPL-nya Rp554 miliar. Ini terindikasi terdampak kan belum tentu ada NPL-nya," katanya seusai acara groundbreaking menara BRI di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 27 Desember 2017.

Meski demikian, BRI tengah menyiapkan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak erupsi Gunung Agung untuk membantu kelangsungan usaha khususnya pelaku UMKM di kawasan rawan bencana. Langkah restrukturisasi kredit dapat diberikan berupa penundaan pokok dan bunga kepada debitur.

Sebelumnya Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Yones mengatakan salah satu syarat memberikan keringanan bagi debitur terdampak bencana alam adalah adanya pernyataan bencana nasional dari pemerintah.

"Upaya keringanan kepada Dewan Komisioner OJK di Jakarta dan saat ini masih dikaji," kata Yones.

Adapun sekitar 24 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan 11 bank umum di Bali yang kena imbas tidak langsung dari erupsi Gunung Agung. Empat BPR yang terkena dampak langsung karena berada di wilayah rawan bencana.