• Card 1 of 30
Ekonomi

OJK Siapkan Kebijakan Terkait Gunung Agung

28 Desember 2017 10:54

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera mengeluarkan kebijakan pelonggaran atau relaksasi di sektor keuangan dan perbankan untuk wilayah Bali guna mengantisipasi dampak ekonomi dari meletusnya Gunung Agung.

"Kami masih mengidentifikasi kebutuhan perumusan kebijakan untuk dampak menggeliatnya Gunung Agung bagi debitur dan perbankan," kata Wimboh sebagaimana dikutip dari Antara seusai berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemda Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, pengusaha hotel dan pariwisata, perbankan, serta debitur UMKM, di Karangasem, Bali.

OJK, menurut Wimboh, sudah memiliki pedoman untuk menangani dampak di daerah yang terkena bencana alam.

OJK juga memberi apresiasi kepada pemda dan masyarakat Bali yang membantu korban meletusnya Gunung Agung, khususnya korban yang terdampak langsung dalam radius 10 kilometer.

Baca: OJK: Kualitas Debitur Terdampak Erupsi Digolongkan Lancar

"OJK mengantisipasi dampak lanjutan karena banyak debitur yang tidak bisa kembali berusaha termasuk adanya peringatan perjalanan sehingga kedatangan wisatawan berkurang," ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Wimboh, stabilitas keuangan, khususnya sektor perbankan di Bali, masih terjaga.

Namun, terhadap debitur yang terdampak langsung, beberapa bank telah melakukan restrukturisasi seperti ketentuan internal bank dan peraturan OJK.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Provinsi Bali I Ketut Sudikerta mengatakan perlu upaya mengubah persepsi negatif bahwa dampak meletusnya Gunung Agus telah menyebar ke seluruh Bali.

Dalam kesempatan itu, Wimboh menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar yang berasal dari OJK, Bank Mandiri (persero) Tbk, Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI), Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI), dan Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BTN). (Media Indonesia)