• Card 22 of 30
Bali-Nusa

Bandara Bali Aman Setelah Gunung Agung Kembali `Batuk`

Antara, Raiza Andini    •    02 Januari 2018 12:49

Pengendara melintas di jalan yang terkena abu vulkanis di Desa Rendang, Karangasem, Bali -- ANT/Nyoman Budhiana Pengendara melintas di jalan yang terkena abu vulkanis di Desa Rendang, Karangasem, Bali -- ANT/Nyoman Budhiana

Denpasar: Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berlangsung aman dan lancar setelah Gunung Agung menyemburkan abu setinggi sekitar 1.500 meter pada Senin, 1 Januari 2018, malam. Tidak ada penerbangan yang terganggu dan tidak ada maskapai yang membatalkan penerbangan, baik domestik dan internasional.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM I Gede Suantika menjelaskan, Gunung  Agung kembali mengeluarkan erupsi magmatik setelah 10 hari istirahat. Abu vulkanik teramati menghujani pos pantau Gunung Agung di Desa Rendang.

"Meski terjadi letusan dengan arah angin ke barat-barat daya, Volcanoe Observatory Notice for Airnav (VONA) masih berada di kode oranye lantaran kolom abu belum melebihi 3.000 meter dari kawah Gunung Agung," terang Suantika, Selasa, 2 Januari 2018.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, hujan abu dengan intensitas tipis di beberapa desa di sekitar Gunung Agung, yakni Desa Badeg, Yeha, Temukus, Besakih, dan Desa Muncan.

Hujan abu dengan intensitas tipis juga dilaporkan turun di Desa Angantaka, Kabupaten Badung dan Peguyangan di Denpasar Utara. Turunnya hujan abu tipis hingga di luar Karangasem dikarenakan terbawa angin yang bertiup ke arah baratdaya dan barat.


Abu vulkanik Gunung Agung menutupi sejumlah tanaman di sekitar pos pantau di Desa Rendang, Karangasem, Bali -- medcom.id/Raiza Andini

Ragil, warga Desa Peguyangan mengatakan rumahnya mulai tertutupi abu pukul 22.30 Wita. "Kaget, pas beli nasi goreng keluar, ada hujan abu," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan setiap enam, pukul 18.00-24.00 Wita pada Senin, 1 Januari 2018, malam, PVMBG merekam gempa letusan sebanyak satu kali dengan amplitudo 25 mm berdurasi sekitar empat menit terjadi pukul 22.02 WITA. PVMBG juga mencatat adanya embusan sebanyak empat kali, vulkanik dangkal lima kali, dan vulkanik dalam satu kali dengan arah angin yang tertiup lemah arah barat daya dan barat.

Sementara itu, pengamatan pukul 00.00-06.00 Wita pada Selasa, 2 Januari 2018, PVMBG merekam asap kawah tidak teramati dan angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat. PVMBG pun mencatat embusan sebanyak empat kali dan vulkanik dalam sebanyak tiga kali.