• Card 1 of 30
Nasional

Catatan Bagi Pemprov DKI Sebelum Menaikkan BPHTB

Dea Andriani    •    04 Januari 2018 02:40

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: MTVN/Faisal Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: MTVN/Faisal

Jakarta: Wacana Pemprov DKI Jakarta untuk menaikkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dinilai belum matang. Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan ada beberapa catatan sebelum kebijakan ini bisa direalisasikan.

"Pertama target (penaikkan BPHTB) tersebut realistis atau tidak, karena jangan sampai menargetkan terlalu mulus tetapi tidak tercapai," ujar Nirwono saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 3 Januari 2018.

Menurut dia apabila target yang disasar belum jelas, justru akan menurunkan kinerja Pemprov DKI dan dinas terkait. Sehingga perlu ada penjelasan mengenai tujuan kenaikkan tarif pajak tersebut.

"Masyarakat perlu tahu karena dia membayar pajak tadi, apakah kenaikan itu worth it berdampak atau tidak terhadap pembangunan di Jakarta. Perlu ada transparansi," lanjut Nirwono.

Baca juga: Pemprov Genjot Pajak BPHTB dari Apartemen

Ia mengatakan apabila masyarakat mengerti benar pengaplikasian tarif, maka dengan sendirinya masyarakat akan berpartisipasi secara aktif untuk membayar. Nirwono juga menjelaskan pentingnya fokus penerapan kenaikkan BPHTB berdasarkan pemetaan wilayah.

Hal itu dikarenakan wilayah Jakarta memiliki perbedaan dari segi sosio-kultural dan pendapatan masyarakat. "Persebarannya tentu berbeda. Perlu ada asas keadilan, tidak bisa dipukul rata di setiap wilayah," ujar Nirwono.

Baca juga: Sandi Rencanakan Apartemen Sederhana Kena Pajak

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan mengintruksikan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk menyisir jenis-jenis apartemen di Jakarta yang belum terkena pajak. Salah satu sasarannya adalah Apartemen Kalibata City.

"Itu akan jadi objek pajak juga buat kita dan akan meningkatkan BPHTB kita," ujar Sandi, kemarin.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penerimaan pajak DKI di 2018 sebesar Rp38,125 triliun. Target itu naik sekitar sebesar Rp3 triliun dari tahun sebelumnya.