• Card 1 of 30
Nasional

Sandiaga: Satpol PP Jangan Bikin Malu

M Sholahadhin Azhar    •    28 Desember 2017 15:57

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mewanti-wanti para Satuan Polisi Pamong Praja agar tegak lurus mengawal kebijakan Pemprov. Ia tak ingin Satpol PP menjadi oknum di balik tata kelola Pemprov DKI.

"Jangan bikin malu kita semua. Kami sekarang akan menghadapi beberapa event penting. Saya pastikan sarana dan prasarananya cukup," kata Sandiaga saat upacara penutupan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Kasatgas Satpol PP di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 28 Desember 2017.

Ia meminta Kasatpol PP Yani Wahyu memantau kinerja anggotanya. Supaya bisa mengawal secara total tata kelola di DKI, seperti penataan di Tanah Abang dan Kota Tua. 

Sandi tak menampik masih ada oknum anggota Satpol PP yang melakukan pungli. Namun, ia menegaskan oknum tersebut hanya segelintir dari ribuan anggota Satpol PP. 

Baca: Ombudsman Kantongi Nama Anggota Satpol PP Nakal

Karena itu, ia tak ingin perilaku minus sedikit orang itu mencemari citra satuan. Semua anggota diharapkan berkomitmen menjalankan integritas.

"Ada satu, dua yang sering kita sebut bad, tidak memiliki karakter baik, tak memiliki integritas baik. Oleh karena itu, jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga," tegasnya.

Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan ada ribuan anggota yang dibekali wawasan tentang aplikasi penataan kota dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Karena itu, ia ingin seluruh anggota Satpol PP harus patuh dan menjalankan pendidikan itu. Dengan begitu, tak ada lagi tudingan miring bobroknya perilaku Satpol PP.

"Saya minta latihan dasar kepemimpinan ini menjadi lembaran baru bagi mereka untuk bisa menjadi pegangan mereka ada di tengah-tengah masyarakat menjadi praja yang berwibawa," tandas Sandi.

Ombudsman mengungkap praktik pungli yang dilakukan oknum Satpol PP di Tanah Abang. Temuan dengan bukti video itu memperlihatkan petugas satuan yang meminta uang kepada preman untuk informasi jadwal razia.