• Card 1 of 30
Nasional

Sandi Klaim Kemacetan di Tanah Abang Menurun

Nur Azizah    •    29 Desember 2017 21:15

 Petugas dari Dishub mengatur arus lalu lintas di persimpangan jalan menuju Jalan Jati Baru, Tanah Abang Jakarta. (MI/Ramdani) Petugas dari Dishub mengatur arus lalu lintas di persimpangan jalan menuju Jalan Jati Baru, Tanah Abang Jakarta. (MI/Ramdani)

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim kemacetan di Pasar Tanah Abang menurun 56 persen. Salah satu faktor penyebab menurunnya kemacetan ialah penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, selama seminggu belakangan.

Faktor lainnya, adanya libur panjang Natal dan cuti bersama. Kendati begitu, Sandi tetap memerlukan pengamatan yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang merepresentasikan kondisi di hari normal.

"Tercatat adanya penurunan kemacetan pada tanggal 23 hingga 26 Desember 2017 yaitu rata-rata sebesar 56 persen dibandingkan seminggu sebelumnya," kata Sandi di Jakarta Smart City, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Desember 2017

Sandi menuturkan, jumlah laporan kemacetan pada hari Jumat, 22 Desember 2017 meningkat dua kali lipat dari hari Jumat, 15 Desember 2017. Kemacetan itu meningkat pada pukul 07.00-15.00 WIB.

"Sebaliknya, kemacetan menurun 18 persen pada pukul 15.00-20.00 WIB," imbuhnya.

Sandi melanjutkan, bila dibandingkan sebelum kebijakan ini diterapkan, 18 hingga 21 Desember, jumlah laporan pada 22 Desember pukul 15.00-20.00 WIB juga cenderung sedikit.

"Ada penurunan laporan dalam kategori tidak berjalan sama sekali. Saat itu laporan yang masuk turun menjadi 908 laporan atau 28 persen," ungkapnya.

Baca: Lalu Lintas Tanah Abang Makin Semrawut

Sementara pendapat berbeda datang dari Dirlantas Polda Metro Jaya. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyebut kebijakan Pemprov justru menambah kemacetan di Tanah Abang.

"Bagi saya, kalau di situ banyak kendaraan, kenapa dijadikan tempat pedagang kaki lima (PKL). Saya sih enggak bisa kalau mengganggu lalu lintas," kata Halim.

Halim menjelaskan, kawasan yang semestinya ditutup harus kawasan yang memang tidak banyak dilalui kendaraan, baik kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Halim menjelaskan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membahas permasalahan lalu lintas di kawasan Tanah Abang tersebut.

"Kita kerja samanya dengan Dinas Perhubungan, saya ingin bertemu dengan Dishub untuk membicarakan masalah itu. Bagaimana programnya Pemda membuat kaki lima di situ," kata Halim.