• Card 1 of 30
Jawa Timur

Dua Calon Adu Gagasan di Rapat Kerja Apindo Jatim

Catur Irawan    •    16 Maret 2018 12:45

Ilustrasi Pilkada Jatim, Medcom.id - M Rizal Ilustrasi Pilkada Jatim, Medcom.id - M Rizal

Surabaya: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur menggelar rapat kerja di sebuah hotel di Surabaya, Kamis, 15 Maret 2018. Calon wakil gubernur Emil Elestianto Dardak dan calon gubernur Saifullah Yusuf pun berkesempatan menyampaikan gagasan mereka untuk memikat pengusaha di Jatim.

Emil merupakan calon wakil gubernur dengan nomor urut 1. Emil berpasangan dengan calon gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim 2018.

Sedangkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merupakan calon gubernur dengan nomor urut 2. Dalam Pilgub, Gus Ipul berpasangan dengan Puti Soekarno.


(Pasangan Khofifah-Emil Dardak bernyanyi di sela-sela deklarasi kampanye damai Pilgub Jatim di Surabaya, Minggu 18 Februari 2018, Ant - M Risyal Hidayat)

Pada acara itu, Emil dan Gus Ipul diminta menyampaikan pendapat masing-masing. Emil menekankan pentingnya strong leadership atau jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia pun berbagi cerita saat dirinya menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Ia mengaku menerapkan jiwa kepemimpinan yang kuat untuk memimpin Trenggalek.

"Strong leadership bukan pemimpin yang otoriter. Tapi pemimpin yang tak mau ditekan karena bekerja dari hati. Pemimpin yang memiliki keberanian menjalankan visi dan misinya," kata Emil yang hadir dengan mengenakan kemeja putih itu, Kamis, 15 Maret 2018.

Salah satu keberhasilan Trenggalek, ujarnya, membangun konektivitas di wilayah selatan Jatim. Sehingga ruang gerak Trenggalek dan daerah lain lebih terbuka melalui jalur darat juga udara. Konektivitas dan infrastruktur itu menjadi modal awal untuk menghadirkan investor di Trenggalek.


Pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno dalam deklarasi Majapahit di Surabaya, Rabu, 14 Februari 2018, Ant -Zabur Karuru


Lain lagi dengan Gus Ipul. Pria yang kini wakil gubernur nonaktif Jatim itu mendorong pertumbuhan industri dengan cara mempermudah perizinan. Jatim, lanjutnya, memiliki pelayanan perizinan terpadu. Tapi, proses pelayanan perlu ditingkatkan.

"Kami akan menempatkan personel yang berkualitas untuk mempermudah proses perizinan. Sebab, sektor industri di Jatim perlu dikembangkan. Karena menyerap banyak tenaga kerja dan meminimalisasi pengangguran," ujar Gus Ipul.

Selain itu, Gus Ipul mengajak pengusaha di Jatim membuka pasar ekspor baru di sejumlah negara. Selama ini, ekspor dari Jatim berpusat ke Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan sebagian Eropa.