• Card 1 of 30
Pilkada

PKB Yakin Puti Bisa Rebut Suara Perempuan di Jatim

M Sholahadhin Azhar    •    11 Januari 2018 04:49

Gus Ipul dan Puti Guntur saat mendaftar cagub dan cawagub di KPU Jatiim - Medcom.id/Amaluddin. Gus Ipul dan Puti Guntur saat mendaftar cagub dan cawagub di KPU Jatiim - Medcom.id/Amaluddin.

Jakarta: Anggota DPR Puti Guntur Soekarno resmi mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim. Majunya Puti menggantikan Bupati Banyuwangi Azwar Anas merupakan salah satu strategi pemenangan, salah satunya menarik simpati kaum hawa.

"Itu salah satu pertimbangan kuat ya (untuk meraih suara perempuan). Karena dari PKB sendiri membutuhkan sosok Ibu," kata Politisi PKB Daniel Johan di acara Prime Time News, Kamis 10 Januari 2018.

Daniel mengatakan, sosok Puti sebagai perempuan memberi arti tersendiri saat mendampingi Gus Ipul. Menurut dia, cucu Soekarno itu punya kelembutan dan dinilai mampu mengimbangi pasangannya Gus Ipul.

Lebih lanjut, anggota DPR RI ini yakin PDI Perjuangan memiliki pertimbangan saat memilih Puti. Dia menyebut, partainya tidak ragu dengan dengan keputusan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Posisi PKB, kami menghargai PDI Perjuangan. Karena Gus Ipul sendiri dari PKB, sehingga wakil sepenuhnya kewenangan PDI Perjuangan," imbuh Daniel.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan menyodorkan anggota DPR Puti Guntur Soekarno untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jawa Timur 2018. Surat keputusan penunjukan kepada pasangan itu telah beredar di media sosial. 

Surat dengan nomor 3938/IN/DPP/W/2018‎ itu ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Mega menyetujui cucu dari Presiden pertama Soekarno itu. 

"Yang bertanda tangan di bawah ini, pimpinan partai politik tingkat pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berdasarkan usulan pimpinan partai partai politik partai politik provinsi Jawa Timur, memberikan persetujuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur ‎Soekarno," demikian isi surat yang ditandatangani, Rabu, 10 Januari 2018.