• Card 1 of 30
Jawa Timur

Buka Pusat Industri, Cara Gus Ipul Tingkatkan Ekonomi Jatim

Amaluddin    •    16 Maret 2018 13:15

Cagub Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat berbicara di hadapan ratusan pengusaha dalam Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Kamis 15 Maret 2018, Medcom.id - Amal Cagub Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat berbicara di hadapan ratusan pengusaha dalam Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Kamis 15 Maret 2018, Medcom.id - Amal

Surabaya: Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul berjanji membuka pusat-pusat industri baru di Jatim. Ini dilakukan untuk meningkatkan impor ekspor Jatim ke mancanegara.

"Pasar klasik yang sudah ada di Jatim harus ditingkatkan lagi, namun pasar baru ke negara lain juga harus mulai dibuka," kata Gus Ipul, ketika berbicara di hadapan ratusan pengusaha dalam Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Kamis 15 Maret 2018.

Menurut Gus Ipul, saat ini impor dan ekspor Jatim ke luar negeri masih defisit. Meski demikian, defisit tertutup dengan perdagangan antarpulau yang dilakukan Jatim surplus.

Dari data yang ada, total nilai perdagangan antar pulau di Jatim mencapai Rp971 triliun pada 2016. Sementara nilai penjualan dari Jatim ke luar pulau mencapai Rp535 triliun dan barang masuk ke Jatim sebesar Rp435 triliun.

Itu artinya, kata Gus Ipul, perdagangan antar pulau di Jatim masih surplus atau untung sebesar Rp100 triliun. "Nah, nilai itu bisa digunakan untuk menambal ekspor impor Jatim yang masih minus sekitar Rp30 triliun," katanya.

Karena itu, Gus Ipul mengaku punya cara untuk meningkatkan volume perdagangan antar pulau, yakni mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar selalu berorientasi ekspor. "Pelaku IKM di Jatim saat ini mencapai 812 ribu usaha dengan tenaga kerja sebanyak 3,5 juta orang," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus mendorong agar pelaku IKM memiliki legalitas produk serta memiliki daya saing yang kuta dengan berpatokan minimal pada SNI. Kemudian untuk mendorong peningkatan perdagangan antar pulau, pemerintah akan memfungsikan perwakilan dagang yang tersebar di 26 provinsi bisa membantu mengumpulkan potensi dan kebutuhan barang yang akan dikirim ke Jatim.

"Nantinya, kami juga akan memperluas pusat-pusat industri di Jatim. Misalnya Madura akan dijadikan pusat industri, namun dengan memperhitungkan kultur dan budaya setempat. Nanti kami juga akan berkantor di Madura untuk meningkatkan kemajuan di Madura," katanya.